• Senin, 20 Juli 2026

Majene Incar Dana Pusat, Targetkan Kota Tua Jadi Destinasi Unggulan Sulbar Tahun 2026

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 7 April 2026 | 13:43 WIB
Bupati Majene temui Kementerian Kebudayaan & Pariwisata demi revitalisasi Museum Mandar dan Kota Tua. Upaya angkat ekonomi kreatif lewat wisata sejarah.
Bupati Majene temui Kementerian Kebudayaan & Pariwisata demi revitalisasi Museum Mandar dan Kota Tua. Upaya angkat ekonomi kreatif lewat wisata sejarah.

Sulawesitoday - Jakarta sedang panas-panasnya. Tapi Bupati Majene, Andi Syukri Tammalele, tidak peduli. Senin kemarin, dia sudah berdiri di depan pintu Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata. Dia tidak datang untuk sekadar setor muka. Dia membawa misi besar: menyelamatkan harga diri Mandar.

Mandar itu hebat. Sejarahnya panjang. Pusat pemerintahan masa lalu ada di sana. Tapi, kalau museumnya masih begitu-begitu saja, siapa yang mau menengok? Anak muda sekarang lebih suka ke kafe daripada melihat artefak berdebu. Inilah yang ingin diubah Andi Syukri.

"Revitalisasi museum itu bukan cuma urusan cat tembok. Ini soal menjaga identitas dan martabat masyarakat Mandar," tegas sang Bupati di sela-sela kunjungannya.

Strateginya jelas. Lugas. Mirip gaya Tempo saat membedah kebijakan, namun tetap renyah dibaca. Museum Mandar harus menjadi pusat edukasi modern. Pengelolaannya harus berkelas dunia. Konservasinya tidak boleh amatiran.

Tak hanya museum. Ada juga proyek Boyang—rumah adat Mandar. Rencananya, ini akan jadi kawasan terpadu. Jadi pusat kebudayaan sekaligus magnet turis. Orang luar harus tahu kalau Sulawesi Barat punya sesuatu yang otentik.

Lalu ada agenda besar di tahun 2026. Kota Tua Majene akan dibangunkan dari tidurnya. Akan ada perpaduan event seni budaya yang dipusatkan di sana. Majene ingin punya daya saing tinggi. Tidak mau lagi hanya jadi penonton di peta pariwisata nasional.

Kepala Disbudpar Majene, Ahmad Djamaan, yang ikut mendampingi, tampak sibuk mencatat. Dia tahu, sinkronisasi dengan kebijakan pusat adalah kunci. Anggaran di daerah terbatas, maka "kue" dari APBN harus dikejar.

"Semangat kami adalah sibaliparriq. Gotong royong. Semua harus searah dengan pusat supaya hasilnya nyata," ujar Ahmad Djamaan.

Tentu, tantanganya besar. Birokrasi di Jakarta tidak selamanya mulus. Tapi langkah sudah diayunkan. Infrastruktur di destinasi unggulan akan dipoles. Ekonomi kreatif akan dipacu. Harapannya sederhana namun sangat fundamental: tercipta lapangan kerja baru dan ekonomi rakyat bergerak.

Majene sedang bertaruh pada sejarahnya sendiri. Jika proyek revitalisasi ini berhasil, Kota Tua itu tidak lagi sekadar saksi bisu masa lalu. Ia akan menjadi masa depan yang menjanjikan bagi masyarakat Sulawesi Barat.

Kita tunggu saja, apakah proposal yang dibawa dari tanah Mandar itu segera membuahkan hasil di meja menteri. Yang jelas, niat sudah bulat. Tinggal eksekusi yang harus dikawal ketat agar tidak sekadar jadi wacana di atas kertas di dinas pariwisata.

Gaya Baru Jurnalis Majene: Sekretariat Nyaman, WiFi Kencang, Berita Makin Berkualitas

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini