• Selasa, 21 Juli 2026

Matolele Hingga Bolano Utara, Tak Ada Lagi Cerita Cari Sinyal ke Atas Bukit

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 13 April 2026 | 22:03 WIB
Matolele hingga Bolano Utara segera merdeka sinyal. Program Berani Berdering 2026 sasar desa blankspot di Sulteng demi pelayanan publik & ekonomi desa.
Matolele hingga Bolano Utara segera merdeka sinyal. Program Berani Berdering 2026 sasar desa blankspot di Sulteng demi pelayanan publik & ekonomi desa.

Sulawesitoday - Nama-nama desa ini mungkin jarang terdengar di hiruk-pikuk kota: Matolele, Kayu Jati, Lobu Mandiri, hingga Bolano Utara. Di sana, sinyal adalah barang mewah. Untuk sekadar menelepon keluarga atau mengirim dokumen desa, warga seringkali harus "bertapa" mencari titik tertinggi di perbukitan.

Tapi itu cerita lama. Harusnya begitu.

Sebab, di momentum HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (13/4), desa-desa di pelosok Parigi Moutong tersebut resmi masuk daftar "merdeka sinyal". Lewat Program Berani Berdering 2026, Pemprov Sulteng ingin memastikan tidak ada lagi warga yang harus memanjat pohon hanya demi satu batang sinyal di layar HP.

Peluncuran program ini bukan sekadar gunting pita. Di Kantor Gubernur kemarin, petunjuk teknis (juknis) langsung diserahkan kepada para kepala desa. Artinya, bola panas kini ada di lapangan. Desa harus siap-siap "berdering".

Andi Rusdiyanto, Kepala Desa Persatuan Utara, datang dengan harapan besar. Desanya termasuk yang selama ini tersiksa oleh status blankspot. Padahal, zamannya sudah zaman online. Mau lapor pajak desa, harus cari jaringan. Mau urus surat menyurat, terhambat koneksi.

“Selama ini kami memang sangat susah mendapatkan jaringan. Padahal sekarang pelayanan pemerintahan sudah banyak dilakukan secara online,” ujar Andi. Nada bicaranya terdengar seperti orang yang baru saja melihat titik terang di ujung terowongan gelap.

Apresiasi tinggi ia sampaikan untuk Gubernur. Baginya, bantuan internet ini adalah kado ulang tahun provinsi yang paling mengena di hati rakyat kecil. Bukan gedung megah, tapi akses informasi.

Namun, Andi juga menitipkan pesan penting. Ia tak ingin jaringan internet ini hanya berhenti di meja kantor desa. Ia ingin sinyal itu mengalir deras hingga ke rumah-rumah warga di tiap dusun.

“Harapan kami jaringan ini terus ditingkatkan, sehingga bisa menjangkau seluruh dusun. Dengan begitu, ekonomi masyarakat bisa semakin berkembang,” tegasnya.

Logikanya sederhana. Kalau internet lancar, anak muda desa bisa jualan hasil bumi lewat media sosial. Informasi peluang usaha terbuka lebar. Jarak geografis yang jauh dari kota tidak lagi jadi penghalang untuk mandiri secara ekonomi.

Pemerintah desa pun tidak tinggal diam. Dukungan anggaran melalui APBDes sudah disiapkan. Mereka tinggal menunggu instruksi teknis dari provinsi untuk eksekusi di lapangan.

Setelah 62 tahun provinsi ini berdiri, kini giliran desa-desa di Parigi Moutong, Donggala, dan Sigi untuk unjuk gigi. Program Berani Berdering 2026 adalah pembuktian: bahwa pembangunan tidak boleh hanya berputar di sekitaran Jalan Sam Ratulangi, Palu.

Desa harus jadi pemain utama di era digital. Dan itu dimulai dari sebuah bunyi sederhana: dering telepon yang lancar.

Frekuensi Bencana Tinggi, BPBD Parigi Moutong Perkuat Amunisi Lewat Dukungan BNPB

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini