• Senin, 22 Juni 2026

Korban Banjir Toribulu Dua Tahun Menunggu Atap

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 25 April 2026 | 21:53 WIB
Warga korban banjir 2024 di Kecamatan Toribulu, Parigi Moutong, menagih realisasi Huntap dan perbaikan jalan saat reses DPRD Fraksi Demokrat, Rusno A.h T.
Warga korban banjir 2024 di Kecamatan Toribulu, Parigi Moutong, menagih realisasi Huntap dan perbaikan jalan saat reses DPRD Fraksi Demokrat, Rusno A.h T.

Di antara dialog soal hunian dan infrastruktur yang berat itu, Rusno melakukan sesuatu yang tidak ada dalam agenda resmi. Ia mengeluarkan bantuan dari kantong pribadi untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran di Desa Sibalago.

Sebuah kontras yang mencolok.

Huntap belum turun dari pemerintah. Tapi dana MTQ bisa datang dari kantong seorang legislator hari itu juga.

Bukan berarti salah. Kepedulian terhadap syiar keagamaan adalah hal yang mulia. Tapi kontras itu berbicara sendiri — betapa lambatnya birokrasi bergerak dibanding niat baik seorang manusia.

"Bantuan ini adalah bentuk dukungan moral dan materiil saya secara pribadi agar syiar Islam melalui MTQ di desa ini dapat berjalan sukses dan melahirkan generasi religius yang membanggakan." Rusno A.h T.

Matahari mulai turun ketika pertemuan usai.

Warga pulang. Membawa aspirasi yang sudah disampaikan. Membawa harapan yang sudah diagendakan. Dan membawa pertanyaan yang belum terjawab.

Kapan Huntap itu datang? Kapan jalan itu diperbaiki?

Di Sibalago, waktu tidak berjalan seiring janji. Ia berjalan seiring kenyataan. Dan kenyataan hari itu adalah: warga Toribulu masih menunggu.

Dua tahun setelah banjir. Mungkin akan ada tahun ketiga.

Gaya Door to Door Anleg Nurul Qiram di Palasa, Serap Aspirasi hingga Beri Bantuan Langsung

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini