• Senin, 20 Juli 2026

Gajah Mengamuk, 15 Rumah di Lampung Hancur dalam Semalam

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 17 November 2024 | 18:44 WIB
Gajah liar rusak 15 rumah di Lampung, 5 rusak berat. Warga trauma, mitigasi segera diperlukan untuk mencegah konflik berulang. (Dwi Rahayu Putri)
Gajah liar rusak 15 rumah di Lampung, 5 rusak berat. Warga trauma, mitigasi segera diperlukan untuk mencegah konflik berulang. (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Tak ada yang menyangka bahwa Jumat malam (15/11/2024) menjadi mimpi buruk bagi warga Dusun Talang Sindang, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Tanggamus. Kawanan gajah liar mendadak masuk ke pemukiman, merusak 15 rumah, dan membuat warga ketakutan.

Dari jumlah itu, lima rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara sisanya hancur ringan hingga sedang. Pemandangan pagi itu sulit dilupakan: dinding-dinding rumah runtuh, perabot berserakan, dan warga masih berusaha memahami apa yang baru saja terjadi.

Baca Juga: Heboh, Awan Kinton ala Dragon Ball Terekam Jatuh di Kalimantan Tengah

“Benar, tadi malam peristiwanya,” kata Kapolres Tanggamus, AKBP Rivanda, saat dikonfirmasi. Menurutnya, laporan awal dari lapangan menunjukkan skala kerusakan yang signifikan. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung untuk mencari solusi agar kejadian serupa tak terulang.

Namun, jelas bahwa malam itu, warga nyaris tidak bisa berbuat apa-apa—karena siapa yang siap menghadapi kawanan gajah di halaman rumahnya?

Baca Juga: Himbauan Pakai Helm Jadi Bahan Sindiran, Video Oknum Dishub Malah Melanggar dan Hebohkan Dunia Maya

Kejadian ini menjadi pengingat betapa rapuhnya batas antara kehidupan manusia dan habitat alami satwa liar. Dusun Talang Sindang, yang memang berada di sekitar kawasan hutan, sering menjadi jalur lintasan gajah. Namun, kerusakan sebesar ini jarang terjadi.

“Kami sudah mengimbau warga agar tetap waspada, terutama pada malam hari,” tambah Rivanda. Upaya mitigasi sedang dikebut, tetapi ini tidak serta-merta memberikan rasa aman bagi warga yang sudah trauma.

Salah seorang warga, Pak Hadi, menceritakan bagaimana dirinya dan keluarga bersembunyi di dapur ketika gajah mulai mendekat. “Kami dengar suara seperti pohon tumbang, lalu kaca jendela pecah. Waktu itu kami cuma bisa pasrah,” katanya. Kisah ini adalah satu dari banyak cerita yang menggambarkan ketegangan luar biasa yang dialami warga malam itu.

Baca Juga: Aksi Pria di Pangkep: Uang Korban Rp19 Juta Dikuras, CCTV ATM Ungkap Kejahatan

Kerugian materi mungkin bisa dihitung, tetapi ketakutan yang ditinggalkan sulit dihilangkan. Langkah cepat sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk mengevakuasi gajah kembali ke habitatnya tetapi juga untuk mencegah konflik manusia-satwa yang lebih besar.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB