• Senin, 20 Juli 2026

Handala Hack, Kelompok Hacker Iran yang Lumpuhkan Perusahaan Medis AS Stryker Corp

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Selasa, 17 Maret 2026 | 08:00 WIB
Handala Hack, kelompok peretas pro-Iran, serang Stryker Corp dan fasilitas nuklir Israel. Simak rekam jejak serangan siber mereka yang menggemparkan dunia.
Handala Hack, kelompok peretas pro-Iran, serang Stryker Corp dan fasilitas nuklir Israel. Simak rekam jejak serangan siber mereka yang menggemparkan dunia.

Mereka beroperasi secara manual. Langsung. Bergerak lateral dari satu sistem ke sistem lain menggunakan RDP — Remote Desktop Protocol. Berpindah-pindah antar mesin, nyaris tanpa jejak yang mudah terdeteksi.

Untuk menjangkau host yang tidak bisa diakses dari luar, mereka menyebarkan NetBird — platform yang dirancang menciptakan jaringan mesh pribadi yang aman dan terenkripsi.

Cara instalasinya pun sederhana tapi efektif: mereka masuk lewat RDP ke mesin yang sudah dikuasai, lalu mengunduh NetBird langsung dari situs resminya menggunakan browser lokal. Terlihat seperti aktivitas normal.

Dengan NetBird terpasang di banyak mesin, mereka membangun konektivitas internal sendiri. Beroperasi di dalam jaringan korban. Merdeka.

Hasilnya: kehancuran yang masif bisa dilakukan lebih cepat, sambil kontrol operasi tetap terjaga dari dalam.

Stryker Corp: Lumpuh Total

Stryker Corporation kini sedang berjibaku.

Dalam pengajuan regulasi yang dilakukan pada Rabu sore, perusahaan mengakui bahwa serangan siber itu masih terus mengganggu operasional mereka. Waktu pemulihan penuh belum diketahui.

Dalam memo internal yang bocor ke Bloomberg News, manajemen mengakui lebih terang: serangan ini telah menghancurkan jaringan mereka.

Para pekerja kehilangan akses. Diminta pulang. Dilarang menyambungkan perangkat apa pun ke sistem Stryker. Perusahaan senilai miliaran dolar itu, dalam sekejap, menjadi lumpuh.

Starlink Jadi Jembatan Serangan

Ada yang lebih mengejutkan.

Handala melancarkan serangannya melalui jaringan IP Starlink. Layanan internet satelit milik Elon Musk, yang selama ini dikenal sebagai simbol kebebasan berinternet, justru menjadi jembatan serangan siber yang menyasar target-target di Timur Tengah.

Data dari organisasi Holistic Resilience menyebut ada sekitar 30.000 terminal Starlink yang beroperasi secara ilegal di Iran. Masuk lewat pasar gelap. Tingginya permintaan akses internet bebas sensor di negara itu membuat bisnis ini mekar, meski dilarang pemerintah Iran dan sanksi Amerika Serikat menutup jalur resminya.

SpaceX dan platform X belum memberikan komentar resmi.

Diam yang membingungkan.

Jejak Serangan ke Jantung Israel

Stryker bukan satu-satunya korban. Jauh dari itu.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini