• Selasa, 21 Juli 2026

Ngakak Bareng! Deretan Nama Betawi Lawas Mulai Gasruk hingga Kampret Bikin Heboh Medsos

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 19 April 2025 | 19:53 WIB
Video viral di Ujung Menteng: nama-nama Betawi kuno seperti “Buang” & “Idup” dari nisan makam bikin warganet tertawa nostalgia.
Video viral di Ujung Menteng: nama-nama Betawi kuno seperti “Buang” & “Idup” dari nisan makam bikin warganet tertawa nostalgia.

Sulawesitoday - Sebuah video TikTok yang diunggah akun @hairegal pada Jumat, 18 April 2025, mendadak viral dan memancing gelak tawa warganet.

Dalam klip berdurasi kurang dari satu menit, kreator tampak berjalan menyusuri area pemakaman tua di Ujung Menteng sambil membacakan nama-nama terpahat di nisan — nama-nama Betawi zaman dulu yang tak terduga.

“Singkat, padat, gasruk & kampret, nama-nama orang Betawi jaman dulu asal sebut kali ya,” tulis @hairegal dalam caption, seakan menyiarkan penemuan arkeologis nan jenaka.

Di sela tembakan kamera, muncul nama “Buang”, lalu “Kotong bin Mejan”, dan yang paling heboh: “Idup”. Tiga kata itu berderet, bagai suguhan drama komedi dari masa lampau.

Warganet pun ramai-ramai mengisi kolom komentar dengan kisah serupa. “Aku pernah nulisin undangan nikahan bibi gua, undangannya jadi ‘Buang di tempat’,” curhat salah satu netizen, lengkap dengan emoji tertawa terpingkal.

Ada pula yang membagikan kisah keluarga: “Kakek gua benar-benar ‘Kotong bin Mejan’—nama bapak turunan kampungnya!” tulis akun lain, diikuti tagar #BetawiLawas.

Cerita paling mengharukan datang dari warganet yang menceritakan asal-usul nama “Idup”. “Dulu buyut gua sering kehilangan anak, sekalian lahir diberi nama ‘Idup’, biar beneran hidup sampai gede,” ungkapnya dengan nada haru.

Kisah ini membuktikan bahwa di balik kelucuan, terselip doa dan harapan orang tua zaman dulu.

Fenomena ini bukan sekadar hiburan ringan. Ia membuka jendela kecil ke tradisi penamaan Betawi yang spontan—kadang absurd, tapi penuh makna.

Nama yang dulu dianggap “nyeleneh” kini berwujud warisan budaya, mengingatkan generasi muda pada kreativitas nenek moyangnya.

Baca Juga: Uang Panen Gabah Rp22 Juta Dikumpulkan Tikus di Sarang, Videonya Bikin Warganet Ngakak

Di tengah gelak tawa digital, video @hairegal menegaskan satu hal: budaya lokal bisa menyuntikkan segudang cerita dalam satu patah kata.

Jadi, lain kali kalau jalan-jalan ke pemakaman tua, siapkan telinga dan senyum—siapa tahu bertemu “Buang”, “Kotong”, atau malah “Idup” yang siap bikin hari Anda makin berwarna.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini