Sulawesitoday - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, dengan senyum merekah, meresmikan perbelanjaan modern Living Plaza Palu di Jalan Moh. Yamin, Kamis, 5 Juni 2025. Prosesi pengguntingan pita ini seolah menandai lembaran baru bagi kota yang terus berbenah.
Bukan sekadar pusat belanja, Living Plaza diproyeksikan sebagai lokomotif baru yang akan menggeser Palu menjadi sentra ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Proyek perdana Kawan Lama Group di Sulawesi Tengah ini segera menjadi rumah bagi merek-merek papan atas macam Informa, Azko, hingga Chatime.
Merek-merek yang sebelumnya hanya bisa dinikmati warga Palu di kota-kota metropolitan seperti Makassar atau Balikpapan, kini hadir seiring terwujudnya “sebuah kesyukuran dan tonggak sejarah” di ibu kota Sulteng.
“Hadirnya Living Plaza menjadi bukti bahwa kawasan perbelanjaan terintegrasi dan modern kini benar-benar ada di Kota Palu,” ujar Hadianto dalam sambutannya, tatapan matanya penuh asa.
Ia meyakini, kehadiran mal ini adalah pemicu lahirnya semangat baru—baik bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun generasi muda. “Ini akan menjadi lokomotif baru pertumbuhan ekonomi,” tegasnya, seolah menunjuk ke arah masa depan Palu yang lebih gemilang.
Apresiasi tinggi ia sampaikan kepada Kawan Lama Group yang berani mengambil langkah strategis berinvestasi di Bumi Tadulako.
“Kami harap ini menjadi awal dari banyak langkah investasi lainnya,” imbuhnya, membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemodal lain.
Tak berhenti di sini, Pemkot Palu dalam waktu dekat juga siap menggulirkan Palu City Square, sebuah kawasan terpadu yang mencakup pusat perbelanjaan dan fasilitas olahraga berskala kota.
Hadianto bahkan membocorkan tengah berdiskusi dengan investor nasional dan mancanegara yang tertarik mengembangkan kawasan lain.
Sebuah keyakinan besar, bahwa dengan dukungan infrastruktur yang terus tumbuh, Palu akan menjadi titik tumpu ekonomi baru di kawasan timur Indonesia, bukan lagi sekadar kota transit biasa.
Di balik gemerlap barang dagangan dan deretan gerai modern, Wali Kota Hadianto tak lupa menyoroti dimensi sosial. Living Plaza bukan hanya soal beton dan transaksi, tapi juga soal manusia. Dari informasi yang ia terima, sekitar 90 persen dari hampir 400 tenaga kerja yang diserap adalah warga lokal Palu.
“Ini angka yang membanggakan,” ucapnya, seraya berpesan kepada para karyawan muda, “jaga kepercayaan. Kejujuran tetap yang utama.”
Ia berharap, jejak Living Plaza bisa menjadi inspirasi konkret bagi anak-anak muda Palu untuk bermimpi besar, bersaing secara nasional, bahkan global.
Artikel Terkait
Mata Warga Bicara: Jaringan Sabu di Parigi Terkuak, Dua Pelaku Diringkus
Durian Membuka Pintu Seribu Investor Masuk ke Parigi Moutong
Gubernur di Paripurna Parigi Moutong: Bukan Soal Wilayah, tapi Kolaborasi Berani
Kota Palu Jadi Mercusuar Kekayaan Intelektual Kategori Karya Cipta
Wakil Rakyat Sentil Kegemukan OPD di Parigi Moutong, Desak Bupati Pangkas Struktur Demi Efisiensi