• Senin, 20 Juli 2026

Lahan Pertanian Terancam! Pabrik Mobil Listrik Tiongkok dan Vietnam Bangun di Sawah Subang, Ini Kata Mentan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 22:17 WIB
Pabrik mobil listrik di Subang bangun di lahan pertanian. Simak solusi ganti rugi lahan 3x lipat oleh Pemprov Jabar agar investasi jalan & sawah tergantikan.
Pabrik mobil listrik di Subang bangun di lahan pertanian. Simak solusi ganti rugi lahan 3x lipat oleh Pemprov Jabar agar investasi jalan & sawah tergantikan.

Sulawesitoday - Ketika ribuan hektare persawahan menjerit pelan, ada nama besar datang. Ini bukan cerita fiksi, tapi realita baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dua raksasa industri mobil listrik, VinFast dari Vietnam dan BYD dari Tiongkok, sedang mendirikan pabrik besar. Lokasinya strategis. Namun, tragisnya, pabrik itu dibangun di atas lahan sawah yang selama ini menjadi lumbung pangan.

Pantas Saja Lahan Pertanian Susut Besar, konflik ini menjadi sorotan utama. Pasalnya, lahan tempat berdirinya pabrik di persawahan Subang ini ternyata memiliki status vital. Lahan itu adalahh jantung pertahanan pangan nasional, berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Status ini seharusnya melindungi sawah dari alih fungsi. Pembangunan ini jelas menabrak aturan. Investasi yang luar biasa besar, senilai kurang lebih Rp 33 triliun, kini jadi dilema. Ia menjanjikan ribuan lapangan kerja baru. Namun, di sisi lain, ia juga mengubur masa depan sawah, sedikit demi sedikit.

Kabar ini langsung membuat geram Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Beliau tak bisa menutupi kekecewaan. Terang-terangan Amran meminta agar kedua perusahaan otomotif kakap itu bertanggung jawab. Langkah tegas, katanya, perlu dilakukan. Bukan hanya untuk investasi yang sedang berjalan, tapi untuk seluruh lahan pertanian.

"Kita akan selesaikan bersama," ujar Amran, dengan nada penuh harap. Namun, beliau juga mengakui bahwa pemerintah mendorong investasi agar lapangan kerja terbuka.

Tentu saja, masalah ini tidak bisa dibiarkan mengambang. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung mengambil sikap. Menurut Dedi, status lahan tersebut memang masih LP2B dalam peta data tata ruang, meski fisiknya sudah tak lagi berupa sawah. Oleh karena itu, Pemprov Jawa barat mengambil langkah strategis.

"Kami mendapat rekomendasi untuk mengganti 3 kali lipat," terang Dedi. Artinya, jika ada 200 hektare lahan LP2B yang terpakai, maka akan disiapkan 600 hektare sawah baru sebagai gantinya.

Dedi Mulyadi optimistis pergantian ini akan cepat selesai. Lahan pengganti, katanya, akan berada di wilayah Jawa Barat juga, kemungkinan besar di Indramayu yang lokasinya relatif dekat dengan Subang.

Ini adalah bagian dari kolaborasi antara pusat dan daerah. Sinergi ini mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja, tanpa harus mengorbankan ketahanan pangan. Ini adalah dilema yang harus dipecahkan.

Lalu, bagaimana akhirnya? Apakah solusi ini akan benar-benar menyelamatkan sawah kita? Atau hanya menjadi cerita ironi dari sebuah Industri Mobil Listrik yang baru akan dimulai? Biarlah waktu yang menjawab. Namun, satu hal yang pasti, langkah tegas perlu terus didorongg.

Baca Juga: Ari Lasso Marahi WAMI, Royalti Puluhan Juta Cuma Rp700 Ribu: Manajemen Buruk dan Tuntut Transparansi

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini