• Selasa, 21 Juli 2026

Dedi Mulyadi vs Menkeu Purbaya, Siapa yang Benar Soal Dana APBD Jabar Rp4,17 T Mengendap?

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:39 WIB
Dedi Mulyadi tolak tudingan dana APBD Jabar Rp4,17 T mengendap. Menkeu Purbaya tegaskan data dari BI. Siapa yang benar?
Dedi Mulyadi tolak tudingan dana APBD Jabar Rp4,17 T mengendap. Menkeu Purbaya tegaskan data dari BI. Siapa yang benar?

Sulawesitoday - Panggung politik Jawa Barat kembali memanas. Kali ini bukan soal pilkada. Bukan pula urusan koalisi. Melainkan pertarungan data antara dua sosok kunci: Gubernur Dedi Mulyadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Perdebatan mereka bermuara pada satu angka besar—Rp4,17 triliun. Dana APBD yang diklaim mengendap di perbankan.

Dedi menolak mentah-mentah. Ia sebut tudingan itu keliru. Bahkan menyesatkan. Sementara Purbaya tak gentar. Ia tegaskan datanya sahih. Bersumber dari Bank Indonesia. Bukan rekayasa. Bukan pula asumsi sembarangan.

Publik kini menyaksikan duel argumen yang jarang terjadi. Seorang gubernur menantang menteri. Menkeu membalas dengan data. Siapa yang benar? Atau justru keduanya sama-sama punya dalih?

  • Apa yang Membuat Dedi Mulyadi Marah?

Selasa malam, 20 Oktober 2025. Dedi mengunggah video di Instagram pribadinya. Nada suaranya tegas. Raut wajah serius. Ia bilang sudah menelusuri ke Bank Jabar Banten (BJB). Mengumpulkan staf. Bahkan tak segan memarahi anak buahnya. Hasilnya? Tidak ada deposito seperti yang dituduhkan.

"Saya bolak-balik ke BJB nanyain. Dibuka di dokumen kas daerah juga tidak ada," ujar Dedi dalam video berdurasi 3 menit itu.

Gubernur bersorban itu menjelaskan, seluruh dana Rp2,4 triliun yang ada di BJB sudah dialokasikan. Untuk jalan. Jembatan. Irigasi. Ruang kelas. Rumah sakit. Proyek nyata. Bukan simpanan diam yang menghasilkan bunga.

Dedi bahkan mengancam. Siapa saja pejabat Pemprov yang terbukti membuat deposito tanpa sepengetahuannya, akan langsung dipecat. Tak ada ampun. Ini bukan sekadar basa-basi. Dedi ingin menunjukkan komitmen transparansi.

Yang lebih menarik, ia mengajak BPK turun tangan. Audit bebas. Periksa semua kas daerah. Tidak ada yang disembunyikan. "Kami Pemerintah Provinsi Jawa Barat terbuka untuk memeriksa kas daerah kami," katanya dengan penuh keyakinan.

Ini langkah berani. Atau bisa jadi strategi politik? Publik belum bisa memastikan. Yang jelas, Dedi ingin membuktikan kebenaran lewat institusi resmi. Bukan hanya adu mulut di media sosial.

  • Bagaimana Menkeu Purbaya Membalas Tantangan Ini?

Purbaya Yudhi Sadewa bukan tipe yang mudah mundur. Satu hari setelah tantangan Dedi viral, ia memberikan klarifikasi di Kementerian Keuangan. Kantornya di Jakarta, Selasa 21 Oktober 2025. Wartawan mengerubungi. Kamera mengarah. Ia bicara tanpa naskah.

"Tanya saja ke Bank Sentral. Itu kan data dari sana," ujar Purbaya dengan mimik datar.

Menkeu menegaskan, ia tidak pernah menyebut Jawa Barat secara spesifik. Data yang ia rujuk adalah agregat nasional. Daerah-daerah di Indonesia yang menahan dana APBD di bank. Bukan hanya Jabar. Tapi juga provinsi lain. Kalau Dedi merasa tersinggung, itu bukan salah Menkeu.

Purbaya bahkan melontarkan kalimat yang cukup tajam. "Kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia, loh. Karena itu laporan dari perbankan."

Kalimat ini langsung jadi sorotan. Apakah Purbaya sedang mengindikasikan adanya kesalahan internal di Pemprov Jabar? Atau sekadar sarkasme untuk menjawab tantangan Dedi?

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini