"Coba lihat ini, darimana ini dimulai, udah 22 hari belum ada apa-apa. Satu beko (alat berat) pun nggak ada," ujar Marlina dengan nada prihatin. Keberadaan ekskavator atau alat berat lainnya sangat dinanti untuk mempercepat pembersihan area dan membuka akses jalan yang lebih layak.
"Tidak ada satu pun rumah warga yang tersisa, semua dihantam kayu-kayu yang terbawa oleh derasnya arus air," tambah Marlina menggambarkan dahsyatnya bencana yang melanda pada 17 November lalu—sepuluh hari sebelum banjir bandang besar 27 November melanda tiga provinsi.
Baca Juga: Viral Video Anak Aceh Tolak Uang Relawan, Bagi Rambutan Gratis di Tengah Banjir
Artikel Terkait
Kantor Polsek Muara Batang Gadis Hangus Dibakar Massa, Dipicu Pelepasan Terduga Pengedar Narkoba
Krisis Gas LPG di Takengon, Warga Berburu Kayu Hanyut di Sungai untuk Nyalakan Dapur
Viral Video Anak Aceh Tolak Uang Relawan, Bagi Rambutan Gratis di Tengah Banjir
Banjir Lumpur Sapu Pancuran 13 Guci, Warganet Sorot Aktivitas di Lereng Slamet
Banjir Bandang Terjang Guci, Jejak Proyek Mangkrak PLTP di Gunung Slamet Kembali Disorot