• Kamis, 4 Juni 2026

Mau Stres Rasanya, Curhat Pilu Warga Aceh Tamiang Soal Beban Mental Pascabanjir Bandang

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 25 Desember 2025 | 18:58 WIB
Warga Aceh Tamiang curhat soal kelelahan mental pascabanjir. Hampir sebulan mengungsi, trauma masih menghantui.
Warga Aceh Tamiang curhat soal kelelahan mental pascabanjir. Hampir sebulan mengungsi, trauma masih menghantui.

Sulawesitoday - Hampir sebulan berlalu. Banjir bandang masih menyisakan luka. Bukan hanya di tanah. Tapi juga di hati para penyintas.

Seorang ibu di Alur Jambu mengungkap apa yang jarang terdengar. "Aku kalau ramai-ramai begini senang," katanya pelan. Suaranya bergetar. "Tapi kalau sendiri, habis salat, renungkan, mau stres rasanya."

Kalimat itu diucapkan seorang warga Tamiang Hulu. Terekam dalam unggahan akun Instagram @bayugawtama, Kamis 25 Desember 2025. Curhatnya sederhana. Tapi menohok jauh ke dalam.

"Kalau ada suami ada tempat untuk buang pikiran," lanjut sang ibu. Kalimatnya terpotong. Tatapannya kosong. Seolah mencari sesuatu yang hilang bersama derasnya air bah bulan lalu.

Unggahan itu langsung menuai simpati. "Ibu, peluk jauh. Semoga Allah kuatkan kalian," tulis warganet berakun @yat*********. Sementara @kurn****** menambahkan, "Sedikit yang dikatakan si ibu, tapi sakitnya sampai kemari. Kuat-kuat ya ibu, badai pasti berlalu."

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Aceh Tamiang?

Banjir bandang melanda tiga provinsi Sumatera. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kejadiannya akhir November 2025 lalu. Kini sudah hampir sebulan berlalu.

Namun pemulihan berjalan lambat. Sebagian besar daerah masih menanti bantuan logistik. Endapan lumpur belum sepenuhnya dibersihkan. Rumah-rumah rusak parah. Bahkan ada yang hilang tersapu banjir.

Ribuan warga masih bertahan di posko pengungsian. Mereka belum bisa pulang. Rumah mereka tak lagi layak huni. Beberapa bahkan lenyap tanpa bekas.

Kondisi fisik memang melelahkan. Tapi yang lebih berat adalah beban mental. Kehilangan harta benda memang berat. Namun kehilangan harapan jauh lebih menyiksa.

Warga Alur Jambu adalah salah satu contohnya. Mereka harus memulai hidup dari nol. Kondisi sekitar hancur lebur. Kehidupan sosial dan ekonomi lumpuh total.

Di tengah reruntuhan, mereka mencoba bertahan. Tapi pikiran terus menggangu. Terutama saat sendirian. Saat keheningan datang menghantui.

Berapa Banyak Korban yang Tercatat?

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Desember 2025 mencatat angka yang mencengangkan. Total korban jiwa mencapai 1.129 orang. Sementara 174 orang lainnya masih dalam pencarian.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini