• Senin, 20 Juli 2026

Akses Antarwilayah Lumpuh, Banjir Donggala Terjang Empat Desa

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 11 Januari 2026 | 18:37 WIB
Banjir melanda Tanantovea, Donggala. Tiga rumah hanyut, jembatan terputus. Warga mengungsi mandiri, butuh jembatan darurat segera.
Banjir melanda Tanantovea, Donggala. Tiga rumah hanyut, jembatan terputus. Warga mengungsi mandiri, butuh jembatan darurat segera.

Sulawesitoday - Hujan deras sejak pagi memicu bencana. Empat desa di Kecamatan Tanantovea lumpuh.

Banjir melanda wilayah Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu pagi, 11 Januari 2026. Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak subuh menyebabkan debit Sungai Wani meningkat drastis.

Air meluap ke permukiman warga. Empat desa—Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo—terendam dalam hitungan jam.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, mencatat banjir mulai terjadi pukul 11.35 WITA. Debit air sungai naik signifikan dan merusak infrastruktur.

"Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai naik secara signifikan dan meluap ke permukiman, bahkan merusak pondasi jembatan di lokasi kejadian," ungkap Asbudianto dalam laporannya.

Dampak terparah terjadi di Desa Wani 1. Tiga unit rumah warga hanyut terseret arus.

Sementara itu, tim BPBD masih mendata kerusakan di Desa Wani 2. Proses pendataan terkendala kondisi air yang belum surut sepenuhnya.

Di Desa Wani 3, satu rumah dilaporkan terdampak. Yang lebih krusial, jembatan penghubung menuju Desa Labuan Kungguma terputus total.

Pondasi dudukan jembatan rusak parah akibat terjangan air. Akses antarwilayah kini tidak dapat dilalui sama sekali.

Desa Wani Lumbumpetigo juga masuk dalam daftar terdampak. Namun, data rinci kerusakan masih dalam tahap pengumpulan.

Asbudianto memastikan tidak ada korban jiwa. Warga yang terdampak memilih mengungsi secara mandiri.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Donggala telah turun ke lokasi. Mereka bersama PUSDALOPS BPBD Provinsi Sulawesi Tengah melakukan assessment lapangan.

Kaji cepat dilakukan untuk memetakan kebutuhan mendesak. Air belum surut sepenuhnya saat laporan ini dibuat.

"Hingga saat ini air belum sepenuhnya surut dan akses dari Desa Wani 3 ke Desa Labuan Kungguma masih terputus. Kebutuhan mendesak di lokasi terdampak adalah jembatan darurat serta bantuan logistik kebencanaan," tegas Asbudianto.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini