Sulawesitoday - Hujan lebat itu turun pada Rabu sore, 4 Februari 2026. Lokasinya di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Jalan raya seketika berubah. Air meluap, memenuhi aspal dengan arus yang sangat deras dan debit tinggi.
Di tengah situasi mencekam itu, ada sosok pemuda. Ajun Arman Permadi namanya. Pelajar SMK Al Yaman ini sebenarnya sedang dalam perjalanan untuk mengambil tugas sekolah bersama kawannya. Namun, nuraninya bicara saat melihat pengendara lain kesulitan di tengah banjir.
Ajun, yang saat itu mengenakan jas hujan putih, turun tangan. Dia ingin membantu sesama pengendara.
Malangnya, saat hendak membelokkan motor ke tepi jalan, arus air menghantam lebih kuat. Ajun terjatuh. Dia terseret masuk ke dalam selokan.
"Yang punya motor selamat, teman saya mau membantu," kenang kawan seperjalanannya menceritakan detik-detik kejadian tersebut. Upaya penyelamatan sempat dilakukan, namun alam lebih perkasa.
"Saya mau bantu narik, nggak nyampe," tambahnya dengan nada pilu. Motor matic merah milik Ajun tersangkut, namun tubuhnya hilang ditelan arus.
Pencarian dilakukan secara intensif hingga malam hari. Tim SAR dikerahkan menyisir aliran air. Titik terang baru muncul pada Kamis, 5 Februari 2026. Ajun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya tersangkut di Sungai Gung, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu.
"Alhamdulillah, tim evakuasi sudah berhasil mengangkat jenazah Mas Ajun," ujar seorang warga yang merekam proses evakuasi tersebut. Tak lama kemudian, mobil Tim SAR bergerak keluar dari area sungai. Sebuah niat mulia untuk menolong orang lain harus dibayar mahal dengan nyawa di jalanan Tegal.
Baca Juga: Pegiat Anti Korupsi Bedah Dokumen Kilat Izin Tambang Tumpang Pitu Era Azwar Anas
Artikel Terkait
Geger Emas Digital China, Skandal Rp23,5 Triliun - Tips Investasi Aman
PSN NEPIE Parigi Moutong, Janji Energi Hijau di Tengah Ancaman Konflik Sosial
Anti-Lag, 5 Pilihan HP Murah RAM Besar di Bawah 1 Juta untuk Multitasking
ASN Kemenag Parimo Didorong Tingkatkan Kompetensi dan Harmonisasi Kerja
Pegiat Anti Korupsi Bedah Dokumen Kilat Izin Tambang Tumpang Pitu Era Azwar Anas