• Senin, 20 Juli 2026

Aksi Heroik Pelajar SMK Tegal, Ajun Gugur Terseret Arus Saat Bantu Sesama di Bojong

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 5 Februari 2026 | 18:20 WIB
Ajun Arman Permadi, pelajar SMK Al Yaman Tegal, ditemukan meninggal di Sungai Gung usai terseret arus banjir saat mencoba membantu pengendara lain.
Ajun Arman Permadi, pelajar SMK Al Yaman Tegal, ditemukan meninggal di Sungai Gung usai terseret arus banjir saat mencoba membantu pengendara lain.

Sulawesitoday - Hujan lebat itu turun pada Rabu sore, 4 Februari 2026. Lokasinya di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Jalan raya seketika berubah. Air meluap, memenuhi aspal dengan arus yang sangat deras dan debit tinggi.

Di tengah situasi mencekam itu, ada sosok pemuda. Ajun Arman Permadi namanya. Pelajar SMK Al Yaman ini sebenarnya sedang dalam perjalanan untuk mengambil tugas sekolah bersama kawannya. Namun, nuraninya bicara saat melihat pengendara lain kesulitan di tengah banjir.

Ajun, yang saat itu mengenakan jas hujan putih, turun tangan. Dia ingin membantu sesama pengendara.

Malangnya, saat hendak membelokkan motor ke tepi jalan, arus air menghantam lebih kuat. Ajun terjatuh. Dia terseret masuk ke dalam selokan.

"Yang punya motor selamat, teman saya mau membantu," kenang kawan seperjalanannya menceritakan detik-detik kejadian tersebut. Upaya penyelamatan sempat dilakukan, namun alam lebih perkasa.

"Saya mau bantu narik, nggak nyampe," tambahnya dengan nada pilu. Motor matic merah milik Ajun tersangkut, namun tubuhnya hilang ditelan arus.

Pencarian dilakukan secara intensif hingga malam hari. Tim SAR dikerahkan menyisir aliran air. Titik terang baru muncul pada Kamis, 5 Februari 2026. Ajun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya tersangkut di Sungai Gung, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu.

"Alhamdulillah, tim evakuasi sudah berhasil mengangkat jenazah Mas Ajun," ujar seorang warga yang merekam proses evakuasi tersebut. Tak lama kemudian, mobil Tim SAR bergerak keluar dari area sungai. Sebuah niat mulia untuk menolong orang lain harus dibayar mahal dengan nyawa di jalanan Tegal.

Baca Juga: Pegiat Anti Korupsi Bedah Dokumen Kilat Izin Tambang Tumpang Pitu Era Azwar Anas

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini