• Selasa, 21 Juli 2026

Geger Emas Digital China, Skandal Rp23,5 Triliun - Tips Investasi Aman

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 4 Februari 2026 | 16:25 WIB
Skandal JWR China rugikan investor Rp23,5 triliun akibat emas digital tanpa fisik. Simak ulasan lengkap modus gagal bayar ini dan tips investasi aman di Indonesia.
Skandal JWR China rugikan investor Rp23,5 triliun akibat emas digital tanpa fisik. Simak ulasan lengkap modus gagal bayar ini dan tips investasi aman di Indonesia.

Sulawesitoday - Dunia lagi gila emas. China apalagi. Tapi kali ini, bukan kilau emas yang didapat, melainkan tangis yang pecah. Di Shenzhen, pusat teknologi itu, puluhan ribu orang baru saja kehilangan segalanya.

Nilainya tidak main-main. Ada yang menyebut 10 miliar Yuan, atau sekitar Rp23,5 triliun hingga Rp24 triliun raib begitu saja. Semua gara-gara satu nama: JWR Group, atau yang dikenal dengan platform JieWoRui.

Modusnya modern, tapi lagunya lagu lama: gagal bayar.

Awalnya semua terlihat indah. Harga emas dunia sedang terbang tinggi, menembus rekor berkali-kali. Investor retail di China tidak mau ketinggalan kereta. Mereka menyerbu platform digital seperti JWR. Beli emas lewat aplikasi itu praktis, bisa cicil, dan janjinya likuid alias gampang dicairkan.

Tapi itulah jebakannya.

Begitu harga emas melonjak, ribuan orang kompak ingin ambil untung. Mereka ingin mencairkan saldo digitalnya menjadi uang tunai atau emas fisik. Di sinilah boroknya terbuka: JWR kelabakan. Uangnya tidak ada. Emas fisiknya? Ternyata diduga hanya angka-angka di layar HP saja, tanpa cadangan batangan yang nyata.

Akun-akun investor langsung dibekukan. Akses dana ditutup. Perusahaan cuma sanggup kasih ganti rugi 20 persen. Tentu saja investor mengamuk. Kasus ini pun meledak menjadi skandal perdagangan emas terbesar di China dalam beberapa tahun terakhir.

Mengapa JWR bisa melakukan itu? Karena mereka bermain di "area abu-abu". Mereka bukan bank, bukan pialang resmi, tapi beroperasi layaknya institusi keuangan yang canggih. Mereka memanfaatkan celah regulasi untuk menghindari kewajiban memiliki modal dan cadangan fisik yang ketat.

Skandal JWR China rugikan investor Rp23,5 triliun akibat emas digital tanpa fisik. Simak ulasan lengkap modus gagal bayar ini dan tips investasi aman di Indonesia.

Padahal, di sisi lain, Pemerintah China sedang serius-seriusnya membangun ekonomi digital yang resmi. Mulai Januari 2026, bank sentral mereka (PBOC) bahkan mulai memberikan bunga untuk yuan digital atau e-CNY. e-CNY ini resmi, ada asuransi simpanannya, dan dijamin negara. Tapi ya itu, kontrolnya penuh di tangan negara.

Antara e-CNY yang dikontrol ketat dan platform swasta yang liar seperti JWR, rakyat bawah seringkali terjepit.

Kasus China ini harus jadi alarm keras buat kita di Indonesia. Minat investasi emas digital di sini juga lagi mekar-mekarnya, terutama di kalangan anak muda. Pegadaian sudah punya, bank syariah juga ada.

Pelajaran mahalnya cuma satu: jangan silau dengan kemudahan teknologi. Kalau mau beli emas digital, pastikan platformnya jelas. Harus terdaftar di OJK atau Bappebti. Dan yang paling penting: pastikan ada emas fisiknya yang bisa dicetak.

Kalau cuma angka di layar tanpa ada batangan emas di brankas, itu namanya bukan investasi. Itu namanya spekulasi yang berbahaya. Jangan sampai kita ikut-ikutan geger setelah uangnya hilang tak berbekas.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini