• Senin, 20 Juli 2026

Atap Terminal 3 Soetta Jebol Saat Hujan Deras, Calon Penumpang Singapura Dibuat Heboh

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 6 April 2026 | 20:14 WIB
Hujan deras akibatkan atap Terminal 3 Bandara Soetta jebol di Gate 7. Air mengucur deras ganggu penumpang. Padahal ini etalase megah negara kita
Hujan deras akibatkan atap Terminal 3 Bandara Soetta jebol di Gate 7. Air mengucur deras ganggu penumpang. Padahal ini etalase megah negara kita

Sulawesitoday - Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta itu megah. Sangat megah. Tapi sore itu, Senin, 6 April 2026, kemegahan itu luruh oleh air hujan. Bukan sekadar bocor, tapi jebol. Tepat di Gate 7. Di jantung keberangkatan internasional yang biasanya wangi dan sunyi.

Hujan memang sedang gila-gilaan di Tangerang. Langit seperti tumpah. Tak lama kemudian, plafon di Gate 7 ikut tumpah. Air mengucur deras, menciptakan pemandangan "air terjun" dadakan di dalam ruangan berpendingin udara itu.

Para calon penumpang yang biasanya sibuk dengan gawai dan koper, mendadak sibuk menghindar. Lantai mengkilap itu berubah jadi genangan. Mobilitas terganggu. Estetika bandara yang dibanggakan itu mendadak jadi bahan tontonan ponsel pintar.

"Kaget barusan, kebetulan mau boarding ke Singapura saat menunggu di Gate 7," ujar seorang penumpang yang menyaksikan langsung detik-detik plafon itu menyerah pada beban air.

Niat hati ingin segera terbang ke Changi, apa daya pemandangan di depan mata justru bikin elus dada. Rekaman video kejadian itu pun langsung menyebar di jagat Instagram via akun @jakarta.terkini. Dalam sekejap, 82,2 ribu jempol memberikan reaksi. Isinya bisa ditebak: perpaduan antara kaget, kecewa, dan sindiran.

Pihak otoritas bandara masih bungkam. Belum ada suara resmi hingga pukul 20.00 WIB. Padahal, publik butuh penjelasan: mengapa terminal sekelas internasional bisa kalah oleh air hujan?

Logikanya sederhana. Terminal 3 adalah etalase negara. Kalau atapnya saja jebol, orang bisa bertanya-tanya tentang sistem pemeliharaannya. Memang tidak ada korban jiwa. Tapi, rasa malu karena insiden di depan calon penumpang mancanegara tentu tidak bisa dihitung dengan angka.

Kini, para pelancong hanya bisa mengelus dada sambil tetap waspada. Cuaca memang sedang tidak bersahabat, tapi atap bangunan sekelas bandara internasional seharusnya bisa lebih bersahabat dari itu.

Bandara IMIP Dicurigai Jadi Pintu Masuk Pekerja Migran Ilegal, Pakar Hukum Desak Investigasi Transparan

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini