Sulawesitoday - Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta itu megah. Sangat megah. Tapi sore itu, Senin, 6 April 2026, kemegahan itu luruh oleh air hujan. Bukan sekadar bocor, tapi jebol. Tepat di Gate 7. Di jantung keberangkatan internasional yang biasanya wangi dan sunyi.
Hujan memang sedang gila-gilaan di Tangerang. Langit seperti tumpah. Tak lama kemudian, plafon di Gate 7 ikut tumpah. Air mengucur deras, menciptakan pemandangan "air terjun" dadakan di dalam ruangan berpendingin udara itu.
Para calon penumpang yang biasanya sibuk dengan gawai dan koper, mendadak sibuk menghindar. Lantai mengkilap itu berubah jadi genangan. Mobilitas terganggu. Estetika bandara yang dibanggakan itu mendadak jadi bahan tontonan ponsel pintar.
"Kaget barusan, kebetulan mau boarding ke Singapura saat menunggu di Gate 7," ujar seorang penumpang yang menyaksikan langsung detik-detik plafon itu menyerah pada beban air.
Niat hati ingin segera terbang ke Changi, apa daya pemandangan di depan mata justru bikin elus dada. Rekaman video kejadian itu pun langsung menyebar di jagat Instagram via akun @jakarta.terkini. Dalam sekejap, 82,2 ribu jempol memberikan reaksi. Isinya bisa ditebak: perpaduan antara kaget, kecewa, dan sindiran.
Pihak otoritas bandara masih bungkam. Belum ada suara resmi hingga pukul 20.00 WIB. Padahal, publik butuh penjelasan: mengapa terminal sekelas internasional bisa kalah oleh air hujan?
Logikanya sederhana. Terminal 3 adalah etalase negara. Kalau atapnya saja jebol, orang bisa bertanya-tanya tentang sistem pemeliharaannya. Memang tidak ada korban jiwa. Tapi, rasa malu karena insiden di depan calon penumpang mancanegara tentu tidak bisa dihitung dengan angka.
Kini, para pelancong hanya bisa mengelus dada sambil tetap waspada. Cuaca memang sedang tidak bersahabat, tapi atap bangunan sekelas bandara internasional seharusnya bisa lebih bersahabat dari itu.
Artikel Terkait
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Tuntut Investigasi Menyeluruh di PBB
Ironi Hendrik Irawan, Viral Joget Penghasilan Rp6 Juta Sehari Kini Dihujat Akibat Parkir Ngawur
Nyanyian "Setan" Tambang Moutong, Benarkah Oknum Kades Terima Setoran Alat Berat?
Rumah Ludes Akibat Korsleting, BPBD Parigi Moutong Gerak Cepat Bantu Warga Tinombo
Amran Sulaiman Pede Stok Beras Aman 11 Bulan, El Nino Godzilla Tak Berkutik