• Selasa, 21 Juli 2026

Ironi Hendrik Irawan, Viral Joget Penghasilan Rp6 Juta Sehari Kini Dihujat Akibat Parkir Ngawur

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 5 April 2026 | 20:30 WIB
Belum usai viral penghasilan Rp6 juta sehari, Hendrik Irawan dihujat karena mobilnya parkir sembarangan di Bandung hingga picu macet. Cek kronologinya!
Belum usai viral penghasilan Rp6 juta sehari, Hendrik Irawan dihujat karena mobilnya parkir sembarangan di Bandung hingga picu macet. Cek kronologinya!

Sulawesitoday - Hendrik Irawan memang luar biasa. Setidaknya dalam urusan bikin heboh. Belum kering bibir publik membicarakan klaim penghasilannya yang Rp6 juta sehari itu, kini namanya kembali jadi buah bibir. Bukan karena prestasi baru, tapi karena urusan sepele yang bikin darah tinggi: parkir sembarangan.

Senin kemarin, sebuah mobil dengan pelat nomor cantik, D 1213 MBG, mendadak jadi monumen kemacetan di salah satu ruas jalan di Bandung. Mobil itu diam. Tak bergerak. Tapi buntutnya panjang. Kendaraan di belakangnya mengular, merayap, dan mengumpat. Diduga kuat, itu mobil milik sang jutawan harian tersebut.

"Jalannya jadi sempit, semua orang terpaksa mengalah hanya karena satu mobil," cetus seorang pengendara yang terjebak di lokasi.

Gaya Hendrik memang fenomenal. Di media sosial, ia adalah simbol keberhasilan instan yang menggiurkan. Namun di aspal Bandung, ia menjelma menjadi beban lalu lintas. Badan jalan yang seharusnya jadi hak bersama, mendadak "disita" untuk kepentingan pribadi.

Netizen pun tidak tinggal diam. Jempol mereka lebih tajam dari biasanya. Banyak yang menilai ada yang jomplang antara isi dompet dan tenggang rasa. Viral saja ternyata tidak cukup. Punya uang banyak juga belum tentu punya rasa malu untuk tidak merepotkan orang lain.

Sejauh ini, belum ada kalimat pembelaan. Pihak Hendrik masih bungkam. Mungkin sedang sibuk menghitung omzet harian, atau mungkin sedang mencari alasan yang masuk akal mengapa mobilnya bisa "tertidur" di tengah jalan.

Di Bandung, jalanan sudah macet tanpa perlu ditambah ulah manusia-manusia yang merasa memiliki aspal. Publik menunggu, apakah setelah ini akan ada konten permintaan maaf, atau justru konten baru tentang berapa biaya denda derek per jamnya.

Dunia memang aneh. Bisa pamer Rp6 juta sehari, tapi tidak bisa membayar tempat parkir yang benar. Itulah ironi yang sedang viral hari ini.

Seteru Joget Rp6 Juta, Hendrik Irawan Bela Nama Baik BGN dan Program Makan Gratis

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini