Dunia maya punya caranya sendiri menyampaikan berita. Akun TikTok @datambg mengunggah video berdurasi 46 detik pada Kamis, 16 April 2026. Dalam rekaman itu, tampak satu ruangan yang penuh sesak. Para siswa bergeletakan di ranjang — dua orang dalam satu tempat tidur karena keterbatasan ruang.
Selang infus menggantung. Ekspresi wajah anak-anak itu menceritakan semuanya. Dalam waktu singkat, video tersebut diputar lebih dari 20 ribu kali.
Publik bereaksi keras. Komentar mengalir deras. Sebagian marah. Dan bukan tanpa alasan — insiden keracunan serupa akibat program MBG sebelumnya juga pernah terjadi di sejumlah daerah lain, menjadikan kejadian di Anambas ini bukan yang pertama tercatat.
Program MBG memang punya niat baik. Tak ada yang meragukan itu. Namun para pengamat kebijakan gizi publik sudah lama mengingatkan bahwa tanpa sistem pengawasan mutu yang ketat di tingkat dapur SPPG, risiko kontaminasi pangan akan terus mengintai.
Anak-anak itu pergi ke sekolah dengan perut lapar. Mereka pulang — atau lebih tepatnya, dibawa — ke rumah sakit.
Sampel sudah dalam perjalanan ke Batam. Hasilnya mungkin butuh beberapa hari. Tapi satu hal tak perlu menunggu hasil lab: 155 keluarga di Anambas malam itu tidak tidur nyenyak.
Bukan 70 Ribu Unit, Ini Penjelasan Bos BGN Soal Ribuan Motor Operasional MBG
Artikel Terkait
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto, Baru Dilantik Kini Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel
MK Cium Aroma Penyelundupan Pasal Zombi: Sudah Dibatalkan, Kok Ada Lagi di KUHP Baru
Siswi Parepare Hilang 3 Bulan Ditemukan Hamil di Bantaeng, Pacar Buruh Harian Ditangkap
Nekat! Bobol Brankas Toko Demi Judol, Uang Puluhan Juta Milik Minimarket Ludes Seketika
Luluhkan Hati Bos IMF, Menkeu Purbaya Pastikan Arus Modal Asing Segera Banjiri Indonesia