Sulawesitoday - Ribuan motor trail dan listrik itu berjejer rapi. Masih dibungkus plastik. Diangkut truk-truk besar. Di bodinya menempel logo mentereng: Badan Gizi Nasional (BGN). Media sosial pun gempar sejak Selasa kemarin. Publik bertanya-tanya: Ini mau bagi-bagi makan siang atau mau balapan?
Itulah ciri khas netizen kita. Belum jelas, sudah di-spill. Padahal barangnya saja belum turun dari truk.
Dadan Hindayana, Kepala BGN, rupanya tidak mau membiarkan spekulasi liar itu terbang terlalu tinggi. Ia langsung pasang badan. Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di balik "parade" kendaraan roda dua yang viral di akun Instagram @undercover.id itu.
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan di Jakarta.
SPPG itu singkatanya dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Unit ujung tombak yang bakal memastikan perut anak-anak sekolah terisi makanan bergizi. Rupanya, para kepala satuan ini butuh "kaki" yang lincah untuk masuk ke gang-gang sempit atau mendaki bukit. Maka dipilih lah motor trail dan motor listrik.
Logikanya sederhana. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini masif. Kalau hanya mengandalkan mobil, bisa-bisa nasi sudah dingin sebelum sampai ke meja makan.
Tapi tunggu dulu. Jangan bayangkan motor-motor itu akan langsung digas hari ini. Birokrasi kita punya aturannya sendiri. Harus ada proses administrasi yang jelimet. Barang-barang itu harus dicatat dulu sebagai BMN—Barang Milik Negara.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," kata Dadan. Begitu lah prosedurnya. Tidak boleh asal bagi kalau tidak mau jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di kemudian hari.
Ada juga bumbu-bumbu penyedap di medsos. Katanya jumlahnya mencapai 70.000 unit. Angka yang fantastis. Hampir saja publik percaya kalau BGN bakal bikin diler motor sendiri.
Dadan segera menepis kabar burung itu. "Informasi 70.000 unit itu tidak benar," tegasnya. Ternyata angka aslinya jauh dibawah itu. Dari target 25.000 unit yang dipesan untuk tahun 2025, yang sudah terealisasi baru 21.801 unit motor listrik.
Ini pelajaran penting bagi kita semua. Di jaman serba cepat ini, kamera ponsel memang lebih cepat dari rilis resmi pemerintah. Barang masih di atas truk, beritanya sudah sampai ke langit.
Kini publik tinggal menunggu. Kapan motor-motor gres itu benar-benar dipakai untuk membagikan protein dan karbohidrat. Bukan sekadar jadi pajangan di gudang atau sekadar konten di akun undercover.
Petaka MBG Spageti: 72 Siswa Keracunan, SPPG Pondok Kelapa 2 Ditutup Total
Artikel Terkait
Gaya Baru Jurnalis Majene: Sekretariat Nyaman, WiFi Kencang, Berita Makin Berkualitas
Majene Incar Dana Pusat, Targetkan Kota Tua Jadi Destinasi Unggulan Sulbar Tahun 2026
Sentilan Komisi IV DPRD Parimo, Berobat Gratis Pakai KTP Harus Diimbangi Mutu Layanan
Bantuan Hukum Gratis Sulteng Masuk Aplikasi, Kado Manis untuk Peresmian Nasional 8 April
Legislator Chandra Setiawan Walk Out dari Paripurna, Protes Pejuang Pemekaran Parimo yang Dilupakan