• Selasa, 21 Juli 2026

Sejarah Baru Perlindungan Budaya! Sertifikat Kekayaan Intelektual Diserahkan di Festival Danau Poso

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 08:13 WIB
Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal diserahkan di Festival Danau Poso 2024 untuk melindungi budaya lokal dan memperkuat ekonomi kreatif. (Nur Rafiqa)
Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal diserahkan di Festival Danau Poso 2024 untuk melindungi budaya lokal dan memperkuat ekonomi kreatif. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Dalam langkah bersejarah untuk melindungi budaya lokal, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menyerahkan sertifikat kekayaan intelektual komunal pada Festival Danau Poso (FDP) 2024. Ini bukan hanya tentang menjaga warisan tradisional, tapi juga upaya konkret dalam memperkuat perekonomian daerah melalui budaya.

Sertifikat yang diserahkan mencakup beberapa pengetahuan tradisional, seperti Beka Loka, Tambi, Onco Marago Masapi, dan Ituwu Wayawo, yang memiliki nilai penting bagi identitas masyarakat setempat.

Baca Juga: Kemenkumham Sulteng Jaring ASN Berkualitas Tinggi, Revolusi Pelayanan Publik di Balik Seleksi Kompetitif

Penyerahan sertifikat ini memberi perlindungan hukum bagi produk budaya lokal, memastikan bahwa aset-aset tersebut diakui dan dilindungi dari eksploitasi yang tidak sah. Bagi Kabupaten Poso, hal ini adalah langkah maju.

“Mudah-mudahan penyerahan sertifikat ini menjadi sejarah baru dalam perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Komunal,” ujar Supratman di tengah suasana meriah Anjungan FDP, Jumat malam (11/10/2024). Pernyataan ini memberikan gambaran optimis bahwa budaya Poso kini memiliki perlindungan yang lebih kuat di tingkat nasional.

Selain sertifikat, Supratman juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara budaya dan ekonomi. Menurutnya, pengakuan terhadap kekayaan intelektual komunal seperti ini bisa menjadi pondasi bagi pengembangan ekonomi kreatif. Danau Poso, dengan luas sekitar 36.000 hektare, menawarkan potensi ekonomi yang besar. Supratman bahkan menyebutnya sebagai salah satu sumber daya terbesar yang bisa menopang perekonomian nasional.

“Danau Poso ini memiliki sumber daya yang begitu banyak, yang dapat menjadi penopang ekonomi daerah bahkan nasional,” tambahnya.

Tidak bisa dipungkiri, fokus FDP 2024 memang lebih luas daripada sekadar festival seni budaya. Tahun ini, tema "Spirit Of Molimbu" atau "Limbayo mPombetirinai" menekankan pentingnya tradisi berkumpul dan makan bersama dalam masyarakat. Tradisi Molimbu ini adalah simbol penting dari kebersamaan yang dihadirkan dalam FDP, sekaligus menjadi platform untuk pameran produk lokal dari berbagai pelaku UMKM Sulawesi Tengah, seperti tenun ikat dan kerajinan tangan.

Pentingnya sertifikat kekayaan intelektual juga disambut baik oleh masyarakat. “Kami berharap dengan adanya festival ini, Poso semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik, dan produk-produk UMKM kami semakin dikenal luas,” ungkap Plt.

Wakil Bupati Poso, M. Yasin Mangun. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya dalam pengembangan UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), masyarakat Poso merasakan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya memelihara dan melindungi budaya mereka.

Penyerahan sertifikat ini tidak hanya memiliki dampak langsung dalam perlindungan budaya, tetapi juga membantu memperkuat kesadaran akan pentingnya pariwisata berbasis budaya. Dengan dihadiri berbagai tokoh penting dari pemerintah, termasuk dari Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Tengah, acara ini menandai babak baru dalam upaya mengangkat potensi wisata lokal di kancah internasional. Bahkan, wisatawan mancanegara yang hadir tampak terkesima dengan keindahan alam Danau Poso serta kekayaan budaya yang diperlihatkan.

Bagi para pelaku UMKM, FDP juga menjadi peluang besar. Para pemenang program pendampingan Gernas BBI/BBWI tahun 2024 diberikan penghargaan langsung oleh Supratman sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Hermansyah Siregar, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, mengatakan bahwa pencapaian ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pengusaha lokal untuk bergabung dalam Gernas BBI/BBWI, demi memajukan produk-produk Indonesia di kancah global.

Dengan semangat optimisme dan kolaborasi, Festival Danau Poso 2024 berhasil menyatukan aspek budaya, ekonomi, dan pariwisata dalam satu ajang yang memukau. Semoga ini bukan hanya menjadi momentum sejenak, tetapi awal dari perlindungan jangka panjang terhadap kekayaan budaya Indonesia, khususnya di Poso.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini