Sulawesitoday - Gempa bumi berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang wilayah Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin sore. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 15.32 WIB atau 16.32 waktu setempat (WITA).
Lokasi gempa tercatat di koordinat 7,76 Lintang Utara dan 126,35 Bujur Timur, dengan episenter berada sekitar 410 kilometer barat laut dari Melonguane, pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Sorong: Mobil Tergelincir ke Gorong-Gorong, Sopir Tewas, 5 Penumpang Luka
Sejauh ini, BMKG menyampaikan bahwa informasi ini lebih mengutamakan kecepatan untuk segera memberitahu masyarakat. Dalam pernyataannya di platform media sosial X, BMKG mengingatkan bahwa data ini dapat berubah seiring proses pengolahan lebih lanjut. “Gempa Mag: 5,0,” tulis BMKG dalam unggahannya, menambahkan bahwa hasil analisis masih berpotensi diperbarui.
Potensi Kerusakan dan Imbauan Kewaspadaan
Gempa dengan kedalaman dangkal ini umumnya berpotensi menyebabkan kerusakan lebih besar, terutama pada bangunan yang tidak tahan gempa. Meski belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa, BMKG mengimbau masyarakat di Melonguane untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat bahwa wilayah ini cukup dekat dengan episenter, getaran gempa mungkin dirasakan cukup kuat oleh warga sekitar.
Baca Juga: BMKG Pastikan Tanah Bergerak di Mamuju Tengah Bukan Karena Gempa, Apa Penyebabnya?
BMKG tidak mengeluarkan peringatan tsunami, namun tetap menyarankan warga yang berada di daerah pesisir untuk selalu siaga. Meski kekuatan gempa ini tidak cukup besar untuk memicu tsunami, BMKG tetap menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Hal ini sangat penting karena banyak penduduk di Melonguane tinggal di bangunan sederhana yang rentan terhadap guncangan kuat.
Masyarakat Dihimbau untuk Mengikuti Panduan Mitigasi
Untuk menghadapi potensi kerusakan yang mungkin terjadi, warga disarankan mengikuti panduan mitigasi, termasuk mengecek kondisi bangunan tempat tinggal mereka, terutama bila dirasakan ada keretakan atau kerusakan lain. BMKG menyarankan agar masyarakat tetap tenang namun selalu siaga, serta mengikuti informasi resmi dari sumber yang terpercaya.
“Jika terjadi gempa susulan, sebaiknya langsung cari tempat aman dan hindari bangunan yang rapuh,” saran BMKG, yang menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Langkah Antisipasi Pemerintah Daerah
Pemerintah setempat juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kesiapan layanan darurat dan bantuan jika dibutuhkan. Walikota Melonguane menyampaikan melalui perwakilannya bahwa mereka sudah memantau situasi dan siap memberikan dukungan jika ada masyarakat yang memerlukan.
Artikel Terkait
Manisnya Pose Penyu Bahama di Dasar Laut, Ternyata Ekosistem Ini Sangat Krusial bagi Mereka!
Hujan Deras Guyur Makassar, Motor Pengendara Mogok di Tengah Genangan: Waspada Risiko Cuaca Ekstrem
Investigasi Polda Sulsel, Dugaan Kredit Fiktif PT TKM Rugikan Negara Rp 60 Miliar: Bank BUMN Terdampak
BMKG Pastikan Tanah Bergerak di Mamuju Tengah Bukan Karena Gempa, Apa Penyebabnya?
Kecelakaan Maut di Sorong: Mobil Tergelincir ke Gorong-Gorong, Sopir Tewas, 5 Penumpang Luka