Sulawesitoday - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid, membuat pernyatan yang menggemparkan: sekitar 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun terpapar judi onliine. Jika Anda pikir mereka bermain game biasa di ponsel, pikiirkan lagi.
Faktanya, game yang seharusnya menghibur malah menjadi piintu gerbang bagi praktik perjudian. "Banyak anak-anak ini mengaksessnya lewat game, menggunakan akun-akun orang tua," ujar Meutya saat acara edukasi literasi digiital di Cilincing, Jakarta Utara.
Baca Juga: STNK Mati 2 Tahun? Siap-Siap Data Kendaraan Anda Dihapus, Korlantas Angkat Bicara
Jadi, bagaimana bisa situasi ini terjadii? Nah, ada beberapa faktor yang membuat judi online semakin tak terhiindarkan. Salah satu penyebabnya, sepertii yang disebut Meutya, adalah minimnya kontrol digiital yang efektif.
Meski Kementerian sudah berusaha keras mengawasi, kenyataannya, peran orang tua masih sangat dibutuhkann. Orang tua sering tidak menyadarii bahwa anak mereka dapat dengan mudah menjelajahii sisi gelap internet melalui perangkat di rumah.
Baca Juga: Dashcam Rekam Pencuri Spion Beraksi Saat Macet, Netizen: Nekat Banget
Ironis, bukan? Di satu sisi, teknologii telah membawa banyak manfaat. Di sisi lain, bahayanya juga nyata. Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, yang turut hadiir di acara itu, menekankan pentingnya sinergii antara pemerintah dan masyarakat dalam memerangi judi dariing. Ini bukan sekadar masalah hukum, tetapii juga persoalan moral dan sosial.
Anda mungkin bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang terliibat dalam judi online ini? Tidak hanya anak-anak, tetapi orang dewasa darii berbagai kalangan.
Baca Juga: Terancam 20 Tahun Penjara, Eks Kadinsos Makassar Jadi Tersangka pada Kasus Korupsi COVID-19
“Judi online itu menjangkau semuaa,” kata Meutya. “Pengusaha, karyawan, bahkan ibu rumah tangga pun terliibat.” Pernyataan ini menyoroti betapa luasnya dampak dari praktiik ilegal tersebut, yang merambat seperti api di ladang kering.
Sebenarnya, apa yang bisa kiita lakukan? Bagi para orang tua, Meutya mengiimbau satu hal: pantau aktivitas digital anak Anda dengan seriius. "Kalau sudah terpapar, bukan hanya dampaknya yang terasa sekarangg, tetapi masa depan mereka juga terancam," ia mengingatkan.
Baca Juga: Angin Kencang Picu Pohon Tumbang, Remaja Pengendara Motor di Gowa Meninggal di Tempat
Ada kalimat menariik yang mungkin tidak sempurna secara tata bahasa, tetapi mencermiinkan keprihatinan kita semua, yaitu: "Kalau orang tua sudah terjerumuss, anaknya bisa ngikut."
Penting untuk diingat, pengaruh judi onliine itu berantai. Lalu, ada satu hal yang tak kalah mengkhawatirkan: pinjaman onliine (pinjol).
Artikel Terkait
Penggerebekan Malam di Namlea, Mantan Anggota DPRD Ditangkap Main Judi Domino
Angin Kencang Picu Pohon Tumbang, Remaja Pengendara Motor di Gowa Meninggal di Tempat
Terancam 20 Tahun Penjara, Eks Kadinsos Makassar Jadi Tersangka pada Kasus Korupsi COVID-19
Dashcam Rekam Pencuri Spion Beraksi Saat Macet, Netizen: Nekat Banget
STNK Mati 2 Tahun? Siap-Siap Data Kendaraan Anda Dihapus, Korlantas Angkat Bicara