• Selasa, 21 Juli 2026

Terungkap Identitas 3 Pekerja Tambang Korban Tewas dalam Banjir Bandang di Morowali Utara

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 4 Januari 2025 | 18:28 WIB
Banjir bandang di tambang Morowali Utara tewaskan satu pekerja, dua lainnya luka. Tim evakuasi terus bekerja di lokasi. Informasi lengkap di sini!
Banjir bandang di tambang Morowali Utara tewaskan satu pekerja, dua lainnya luka. Tim evakuasi terus bekerja di lokasi. Informasi lengkap di sini!

Sulawesitoday - Bencana banjir bandang kembali mengguncang Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/1/2025) pukul 17.45 WITA.

Untuk detail kejadian tragis ini, Anda dapat membaca lebih lanjut di detail kejadian tragis banjir bandang di Morowali Utara.

Hujan deras mengguyur kawasan tambang Desa Tamainusi, Kecamatan Soyo Jaya, memicu luapan air yang menghancurkan area operasional CV Surya Amindo Perkasa.

Peristiwa memilukan ini merenggut nyawa Samsul Alam, warga Desa Lemba Sumara. Samsul ditemukan tewas setelah terseret arus deras yang membawa batang pohon dan menghantam fasilitas tambang. “Kejadiannya sangat cepat, air datang dengan kekuatan besar,” ungkap seorang saksi di lokasi.

Selain korban jiwa, dua pekerja lainnya mengalami luka ringan. Hasna, seorang stoker, dan Satria, operator alat berat, berhasil selamat namun mengalami cedera akibat hantaman material yang terbawa arus.

Banjir tersebut tak hanya merenggut korban, tetapi juga merusak bangunan dan fasilitas tambang. Batang pohon besar yang terbawa air bah menyapu bersih area penting perusahaan, memperparah kerugian yang diderita.

Sejak pagi hari setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD, Polri, dan TNI dikerahkan ke lokasi. Mereka fokus mengevakuasi material yang menutup jalan poros Kolonodale-Soyo Jaya. Jalan tersebut adalah akses utama bagi masyarakat dan perusahaan tambang di kawasan tersebut.

Hujan deras yang memicu bencana ini menyoroti perlunya pengelolaan lingkungan yang lebih baik di sekitar tambang. Kepala BPBD setempat mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana serupa, terutama di musim hujan.

Sebagai langkah mitigasi, para ahli menyarankan penanaman kembali vegetasi di sekitar kawasan tambang untuk mengurangi risiko banjir. “Ini pelajaran besar bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar salah satu pejabat BPBD.

Upaya pemulihan masih berlangsung, dengan harapan situasi dapat kembali normal secepatnya. Namun, trauma yang dialami para pekerja dan warga sekitar tentu membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini