Sulawesitoday - Curah hujan yang tak henti-hentinya mengguyur Desa Sindangsari, Kecamatan Toili Barat, Banggai, telah membawa duka bagi para petani tembakau. Jumat lalu (3/1/2024), air yang menggenangi lahan-lahan mereka menyebabkan kerusakan parah pada tanaman. Tanaman tembakau, yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama, layu dan tak lagi dapat dipanen.
Shanty, salah satu petani setempat, membagikan kesedihannya melalui media sosial. Dalam unggahan Facebook-nya, ia menulis, "Tanaman saya setengah petak habis layu karena hujan deras. Kita hanya bisa berusaha, sisanya Allah yang menentukan."
Ungkapan ini menggambarkan betapa besar dampak psikologis yang dialami para petani akibat kerugian ekonomi yang tak terhindarkan.
Foto-foto yang diunggah Shanty memperlihatkan daun tembakau yang kekuningan dan terkulai, terendam dalam air. Gambaran ini adalah refleksi dari kondisi nyata yang dihadapi petani lain di wilayah tersebut.
Gagal Panen Mengintai
Para petani kini dihadapkan pada ancaman gagal panen. Curah hujan yang terus meningkat menjadi momok menakutkan. Menurut mereka, bukan hanya kualitas daun tembakau yang menurun, tetapi juga biaya tambahan untuk perawatan lahan yang terendam air sangat membebani.
Baca Juga: Remaja 16 Tahun Ditangkap di Banggai, Kasus Curanmor di Morowali Terungkap
“Hujan yang turun deras dalam beberapa hari terakhir membuat kami benar-benar tidak berdaya,” keluh seorang petani lain yang enggan disebutkan namanya. Jika situasi ini berlanjut, kerugian tidak hanya akan dirasakan oleh individu, tetapi juga mempengaruhi perekonomian lokal yang sangat bergantung pada hasil tembakau.
Harapan pada Pemerintah
Kondisi ini menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan solusi konkret. Bantuan, baik berupa penyediaan alat pompa air maupun pelatihan mitigasi dampak cuaca ekstrem, sangat diharapkan. Petani juga memerlukan akses pada teknologi pertanian modern yang mampu bertahan di bawah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim dan bagaimana mempersiapkan diri menghadapi tantangannya juga perlu digalakkan. Kerugian ini adalah peringatan keras tentang dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Usut Tuntas, Permahi Mamuju Tuntut Penindakan Oknum Polisi Pelaku Kekerasan di Aspuri Mateng
Detail Kejadian Tragis Banjir Bandang di Morowali Utara: Satu Pekerja Tambang Tewas, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Terungkap Identitas 3 Pekerja Tambang Korban Tewas dalam Banjir Bandang di Morowali Utara
Tanggap Cepat! BPBD dan Aparat Morowali Utara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Remaja 16 Tahun Ditangkap di Banggai, Kasus Curanmor di Morowali Terungkap