• Kamis, 4 Juni 2026

Pasca Banjir, Warga Tarambang Mamuju Berjuang Melawan Krisis Air Bersih

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 28 Januari 2025 | 11:59 WIB
Pasca banjir, warga Tarambang, Mamuju, hadapi krisis air bersih. Suplai PDAM terbatas, lumpur masih memenuhi rumah. Solusi cepat jadi harapan utama.
Pasca banjir, warga Tarambang, Mamuju, hadapi krisis air bersih. Suplai PDAM terbatas, lumpur masih memenuhi rumah. Solusi cepat jadi harapan utama.

Sulawesitoday - Banjir yang melanda Lingkungan Tarambang, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyisakan krisis air bersih yang belum teratasi hingga kini. Warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk memasak dan membersihkan rumah yang masih dipenuhi lumpur.

Meski Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Manakarra dan Damkar Mamuju telah menyuplai air bersih, bantuan tersebut belum mampu menjawab kebutuhan warga secara maksimal.

“Kemarin PDAM sudah menyalurkan air, tapi karena dibagi rata ke semua wilayah, hasilnya tidak cukup. Hari ini, kami sangat membutuhkan lagi air bersih untuk memasak dan minum,” ungkap Kepala Lingkungan Tarambang, Amir, Selasa (28/1/2025).

Selain kebutuhan air minum, warga juga memerlukan pasokan air dalam jumlah besar untuk membersihkan lumpur tebal yang masih menyelimuti rumah mereka. Pemandangan rumah dengan lantai kotor, perabot rusak, dan teras penuh lumpur menjadi hal biasa di Tarambang pasca banjir.

Beberapa warga terlihat memindahkan barang-barang ke luar rumah untuk dibersihkan, sementara yang lain mencoba membersihkan lantai dengan air seadanya.

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Mamuju, Instalasi Air Rusak, Ribuan Warga Terdampak

“Air bersih itu sangat penting, bukan hanya untuk minum, tapi juga untuk membersihkan rumah. Lumpur masih ada di mana-mana. Kami berharap Damkar atau pihak terkait bisa membantu lagi dengan mendistribusikan air ke sini,” tambah Amir.

Selain itu, masalah lain yang mendesak adalah penanganan sampah. Banyak sampah sisa banjir yang menumpuk di halaman rumah warga dan saluran drainase.

“Kami sangat berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Mamuju bisa mengirim mobil pengangkut sampah ke sini. Kalau dibiarkan, sampah-sampah ini akan semakin memperburuk kondisi lingkungan,” keluhnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan betapa berat kondisi yang dihadapi warga. Lumpur berwarna coklat pekat menutupi jalanan, saluran drainase tersumbat, dan tumpukan sampah membuat suasana makin memprihatinkan. Sebuah mobil tangki dari Dinas PUPR Sulbar terlihat di lokasi, membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat sekitar.

Warga berharap ada solusi cepat, baik dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Selain bantuan air bersih, pengangkutan sampah dan pembersihan drainase menjadi prioritas utama yang perlu segera ditangani. Banjir mungkin sudah berlalu, tetapi perjuangan warga Tarambang untuk kembali ke kehidupan normal masih jauh dari selesai.

 

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini