Ketika institusi hukum kehilangan kepercayaan publik, yang rusak bukan hanya reputasi. Yang rusak adalah fondasi sistem peradilan itu sendiri. Kepercayaan adalah mata uang paling berharga dalam sistem hukum. Sekali hilang, sulit dikembalikan.
Kasus Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa mungkin akan berlalu. Namun, pertanyaan yang diajukan akan terus bergema. Ia mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga privasi. Tentang pentingnya menghormati batasan hukum. Dan tentang pentingnya integritas dalam menjalankan amanah publik.
Di tengah hiruk-pikuk media sosial dan tuntutan transparansi, ada garis yang tidak boleh dilangkahi. Garis itu bernama keadilan. Garis itu bernama kehormatan. Dan garis itu, sekali lagi, bernama kepercayaan.
Artikel Terkait
Jelang HUT TNI ke-80, Personil Koramil dan Warga Parigi Bersihkan Kompleks Makam Pahlawan
Cegah Chaos Regulasi, Kanwil Kemenkum Sulteng Fasilitasi Harmonisasi Tiga Ranperbup Parimo
Anggaran Transfer Daerah 2026 Rp692,9 T: Rincian Lengkap DAU, DAK, DBH dan Dampaknya ke Sulteng
Kerugian Rp1,3 Miliar, Kejari Palu Tahan Dua Direksi Perumda dan Rekanan Terkait Korupsi Modal Daerah
Misbakhun Ingatkan Menkeu, Jangan Lewati Batas Kewenangan Soal Subsidi LPG