Kritik ICW menjadi pengingat penting. Perencanaan matang bukan pilihan, tapi keharusan. Apalagi untuk proyek bernilai triliunan yang membebankan utang puluhan tahun.
Whoosh boleh jadi memangkas waktu perjalanan. Namun jika meninggalkan beban utang menggunung, apakah itu kesuksesan sejati? Atau sekadar kemenangan semu yang harus dibayar mahal di kemudian hari?
Pertanyaan ini menggantung. Menunggu jawaban dari transparansi pemerintah yang sampai kini masih abu-abu.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Penegakan Hukum Titik Terburuk Polri, Beri Waktu 3 Bulan untuk Reformasi Total
Artikel Terkait
Sepuluh Tahun Terlupakan, Jalan Moutong Masih Rusak: Anggota DPRD Ungkap Ketimpangan Pembangunan di Parigi Moutong
Dana Transfer Dipangkas, Anggota DPRD Parimo Ni Leli Pariani: Pembangunan Tinggal Angan-Angan
Prabowo Bertemu Paul Keating di Canberra, Bahas Geopolitik hingga Stabilitas Regional
Fraksi Golkar di Parlemen Soroti Ruang Fiskal Menyempit, Parigi Moutong Andalkan Komoditas Unggulan untuk Kemandirian Ekonomi Daerah
Fraksi Keadilan Rakyat DPRD Parigi Moutong Tuntut Belanja Modal Naik Bertahap, Infrastruktur Dasar Masih Minim