Yang paling berbahaya: tuduhan perjalanan dinas fiktif.
Terlapor menyebarkan klaim bahwa Panja DPRD telah melakukan perjalanan dinas menggunakan SPPD ke Badan Karantina di Palu, untuk mengurus izin salah satu perusahaan — dan ditolak.
"Faktanya, Panja DPRD tidak pernah melakukan perjalanan dinas tersebut, apalagi membawa dokumen perusahaan mana pun," demikian ditegaskan dalam laporan resmi yang diterima redaksi.
Bagi Yushar, ini bukan sekadar salah informasi. Ini tuduhan penyalahgunaan wewenang dan anggaran negara.
Bukan Kritik. Ini Character Assassination.
Ada yang membedakan kritik dari fitnah.
Kritik menyerang kebijakan. Fitnah menyerang manusia.
Laporan yang masuk ke kepolisian menyebut bahwa tindakan terlapor dilakukan secara masif dan berulang, dengan tujuan menciptakan narasi negatif terhadap anggota Panja. Sebuah operasi yang dalam bahasa hukum disebut character assassination. Pembunuhan karakter.
Dampaknya nyata. Kepercayaan publik terhadap DPRD goyah. Petani durian yang selama ini menggantungkan harapan pada program ekspor menjadi bimbang. Investor pun bisa lari.
"Tindakan ini berpotensi menghambat program strategis daerah dalam peningkatan PAD dan kesejahteraan petani durian akibat hilangnya kepercayaan investor," demikian bunyi laporan itu.
Yushar tidak sendirian dalam Panja itu. Tapi serangan di grup WhatsApp terasa personal.
Nama disebut. Reputasi dipertaruhkan. Di depan ribuan anggota grup.
Hukum Menunggu
Laporan sudah masuk. Proses hukum berjalan.
Terlapor berpotensi dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, khususnya pasal yang mengatur penyebaran berita bohong dan penghinaan melalui media elektronik.
Soal Tameme hingga Durian Ekspor, Eks Panja DPRD Parigi Moutong Angkat Bicara
Artikel Terkait
Rapat Panja DPRD Sulteng Setujui Perubahan Hak Protokoler dan Jadwal Kerja Anggota
Geger Durian Parigi Moutong, Saat Panja DPRD Bongkar "Remang-Remang" Ekspor
Soal Tameme hingga Durian Ekspor, Eks Panja DPRD Parigi Moutong Angkat Bicara
Viral Buang Sampah di Tol, Kru Bus Madu Kismo Kena Skorsing Sebulan dan Minta Maaf
Handala Hack, Kelompok Hacker Iran yang Lumpuhkan Perusahaan Medis AS Stryker Corp