Sulawesitoday - Di tengah situasi ekonomi yang penuh dinamika, fenomena pembelian emas batangan menyita perhatian di Makassar. Harga emas yang meroket hingga mencetak rekor baru, yakni Rp1,9 juta per gram pada 15 April 2025, memicu kehebohan di kalangan masyarakat.
Hal ini menyebabkan outlet PT Pegadaian di Makassar, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya, dilaporkan kehabisan stok emas batangan dengan berbagai ukuran, mulai dari 1 gram hingga 100 gram.
"Permintaan masyarakat meningkat drastis. Hampir semua outlet kami, terutama di wilayah ini, telah kehabisan stok emas batangan," ujar Edwin S Inkiriwang, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, dalam keterangan yang diberikan pada Selasa (15/4).
Kondisi pasar emas yang sedang mendadak panas ini tak hanya menarik perhatian para investor, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mengamankan kekayaan dalam bentuk logam mulia yang dianggap stabil dan tahan terhadap inflasi.
Karena tingginya permintaan, pihak Pegadaian terpaksa memberlakukan sistem pre-order alias pesan terlebih dahulu. Warga yang ingin membeli emas kini harus bersabar selama tiga hari kerja sebelum pesanan mereka dapat terpenuhi.
"Kami terpaksa memberlakukan sistem inden selama tiga hari kerja bagi nasabah yang ingin membeli emas," tambah Edwin, menekankan bahwa langkah tersebut merupakan respon atas keterbatasan suplai dari pusat.
Situasi ini semakin terlihat nyata saat antrian panjang terlihat di berbagai outlet. Di butik Antam, warga pun rela mengantre sejak pagi untuk mendapatkan emas batangan favorit mereka.
Meskipun harga emas yang melonjak memberikan harapan perlindungan nilai, Edwin mengingatkan bahwa kepanikan dalam membeli emas bisa menimbulkan masalah pasokan di masa depan.
"Kepanikan semacam ini berpotensi menimbulkan efek langka emas, sehingga perlu kestabilan pasokan agar pasar tidak melambung tanpa kendali," ujarnya.
Kehebohan seputar permintaan emas ini menyatukan beragam kalangan, dari investor profesional hingga masyarakat yang berupaya mengamankan aset mereka di tengah ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga: Viral Uang Kertas Biru Rp5.000, Kesalahan Cetak atau Editan Digital?
Sementara itu, pihak Pegadaian terus bekerja keras untuk mendatangkan stok baru dan menyeimbangkan pasokan dengan permintaan pasar, agar stabilitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Dengan sistem pesan terlebih dahulu dan kehadiran antrean panjang di outlet, fenomena ini menjadi gambaran nyata bagaimana emas tetap menjadi pelarian ekonomi bagi banyak pihak di tengah tantangan global dan lokal.
Artikel Terkait
Lagi, Kejati Sulteng Periksa 4 Nama Baru Pejabat PUPR Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp4 Miliar
Operasi SAR Gabungan Intensif Lacak Warga 29 Tahun Diduga Terseret Arus Sungai di Torue
Tujuh Rumah Hanyut dan Dua Jembatan Runtuh, Banjir Sapu Desa di Parigi Moutong
Penangkapan ARM Ungkap Kasus Pencurian Motor pada 10 Lokasi di Gorontalo
Viral Uang Kertas Biru Rp5.000, Kesalahan Cetak atau Editan Digital?