Sulawesitoday - Pintu ekspor buah Indonesia ke Cina tak sepenuhnya tertutup—tapi juga belum benar-benar dibuka. Masih setengah nganga, menunggu lampu hijau dari Beijing. Sementara itu, dari ladang-ladang durian di Sulawesi Tengah, kontainer-kontainer sudah mulai bergerak, walau belum bisa dibilang lancar jaya.
Aditya, Sekjen Asosiasi Produsen Durian Indonesia (Apdurin), menyebut Cina belum sepenuhnya puas dengan tata kelola pertanian kita. "Temuan mereka banyak, dan memang kalau dibanding negara lain, kita masih tergolong konvensional," ujarnya. Sebuah pengakuan yang jujur dan sekaligus sinyal bahwa perbaikan sedang berjalan.
Untuk buah segar, semua catatan hasil inspeksi telah disetor ke General Administration of Customs of China (GACC). Harapannya? Protokol ekspor bisa dibahas dan diketok tahun ini. "Agar tahun depan, jalur ekspor buah segar bisa dibuka kembali," lanjut Aditya.
Sementara untuk buah beku, posisi kita lebih menguntungkan. Draft protokol sudah masuk meja GACC. Tinggal dibaca, dibahas, dan—semoga—disetujui. Jika mulus, musim panen berikut bisa langsung gas ekspor. "Kita targetkan penandatanganan secepatnya," katanya optimis.
Namun ekspor bukan cuma soal kertas dan cap. Di lapangan, petani masih berjuang melawan musuh lama: hama dan penyakit. “Penggunaan obat belum standar, dokumentasi juga lemah. Ini pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama,” aku Aditya. Sosialisasi ke petani sudah mulai dijalankan, tahap demi tahap, supaya semua bisa ikut standar internasional.
Baca Juga: Rem Blong Diduga Picu Kecelakaan Maut Bus ALS di Padang Panjang, 12 Tewas 23 Luka
Meski demikian, bukan berarti tidak ada progres. Hingga Maret lalu, tercatat sudah 60 kontainer durian keluar dari Sulawesi Tengah, termasuk Parigi Moutong dan Poso. Panen memang sudah di ujung, tapi laporan total ekspor akan dirilis akhir bulan ini.
Satu hal pasti: buah kita sudah siap. Tinggal menunggu stempel resmi dari Cina. Kalau sudah dapat, bukan tak mungkin durian-durian dari Timur ini akan bikin geger pasar mancanegara.
Artikel Terkait
54 Rumah di Telaga Biru Porak-poranda Diterjang Puting Beliung, Pengungsi Butuh Bantuan Darurat
KMP Muchlisa Tenggelam di Teluk Balikpapan, Dua Kru Terperangkap
65 Siswa PALI Diduga Keracunan MBG, Polisi Segera Uji Laboratorium
Kapolda Sulteng Pimpin Sertijab Kapolres Parigi Moutong, Tutup Babak Pengamanan PSU dengan Sukses
Rem Blong Diduga Picu Kecelakaan Maut Bus ALS di Padang Panjang, 12 Tewas 23 Luka