• Selasa, 21 Juli 2026

60 Kontainer Durian Sudah Tembus, Cina Tunggu Protokol Resmi

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 6 Mei 2025 | 17:13 WIB
Ekspor buah Indonesia ke Cina masih terbentur protokol. Tapi jalan menuju GACC mulai terbuka, durian Sulawesi sudah mulai keluar kandang.
Ekspor buah Indonesia ke Cina masih terbentur protokol. Tapi jalan menuju GACC mulai terbuka, durian Sulawesi sudah mulai keluar kandang.

Sulawesitoday - Pintu ekspor buah Indonesia ke Cina tak sepenuhnya tertutup—tapi juga belum benar-benar dibuka. Masih setengah nganga, menunggu lampu hijau dari Beijing. Sementara itu, dari ladang-ladang durian di Sulawesi Tengah, kontainer-kontainer sudah mulai bergerak, walau belum bisa dibilang lancar jaya.

Aditya, Sekjen Asosiasi Produsen Durian Indonesia (Apdurin), menyebut Cina belum sepenuhnya puas dengan tata kelola pertanian kita. "Temuan mereka banyak, dan memang kalau dibanding negara lain, kita masih tergolong konvensional," ujarnya. Sebuah pengakuan yang jujur dan sekaligus sinyal bahwa perbaikan sedang berjalan.

Untuk buah segar, semua catatan hasil inspeksi telah disetor ke General Administration of Customs of China (GACC). Harapannya? Protokol ekspor bisa dibahas dan diketok tahun ini. "Agar tahun depan, jalur ekspor buah segar bisa dibuka kembali," lanjut Aditya.

Sementara untuk buah beku, posisi kita lebih menguntungkan. Draft protokol sudah masuk meja GACC. Tinggal dibaca, dibahas, dan—semoga—disetujui. Jika mulus, musim panen berikut bisa langsung gas ekspor. "Kita targetkan penandatanganan secepatnya," katanya optimis.

Namun ekspor bukan cuma soal kertas dan cap. Di lapangan, petani masih berjuang melawan musuh lama: hama dan penyakit. “Penggunaan obat belum standar, dokumentasi juga lemah. Ini pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama,” aku Aditya. Sosialisasi ke petani sudah mulai dijalankan, tahap demi tahap, supaya semua bisa ikut standar internasional.

Baca Juga: Rem Blong Diduga Picu Kecelakaan Maut Bus ALS di Padang Panjang, 12 Tewas 23 Luka

Meski demikian, bukan berarti tidak ada progres. Hingga Maret lalu, tercatat sudah 60 kontainer durian keluar dari Sulawesi Tengah, termasuk Parigi Moutong dan Poso. Panen memang sudah di ujung, tapi laporan total ekspor akan dirilis akhir bulan ini.

Satu hal pasti: buah kita sudah siap. Tinggal menunggu stempel resmi dari Cina. Kalau sudah dapat, bukan tak mungkin durian-durian dari Timur ini akan bikin geger pasar mancanegara.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini