• Senin, 20 Juli 2026

Heboh Paru-paru Sapi Kurban Bertulis Nama Pengurban, Terekam Nyata

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 8 Juni 2025 | 16:29 WIB
Kehebohan di Tangsel! Nama pengurban Muhamad Musofa bin Jalal Sayuti terukir jelas di paru-paru sapi kurbannya, diyakini sebagai mukjizat ilahi.
Kehebohan di Tangsel! Nama pengurban Muhamad Musofa bin Jalal Sayuti terukir jelas di paru-paru sapi kurbannya, diyakini sebagai mukjizat ilahi.

Sulawesitoday - Selembar paru-paru sapi kurban, biasanya hanya menjadi bagian dari prosesi sakral Iduladha, kali ini menyimpan cerita di luar nalar. Di Kota Tangerang Selatan, tepatnya di Pondok Betung, sebuah kejadian tak biasa menggetarkan para petugas dan panitia kurban.

Nama seorang pengurban, Muhamad Musofa bin Jalal Sayuti, tertera jelas seolah dilukis pada organ pernapasan hewan kurban yang baru disembelih itu. Sebuah mukjizat, begitu keyakinan panitia DKM setempat, tersibak di tengah hiruk-pikuk ibadah tahunan.

Peristiwa yang membikin bulu kuduk berdiri ini terjadi di Pondok Betung, RT 02/01, Pondok Betung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Prosesi penyembelihan sapi kurban milik Muhamad Musofa, seorang warga yang dikenal berqurban satu ekor sapi tahun ini, awalnya berlangsung tanpa kendala. Namun, kejutan datang tak lama setelahnya.

Adalah Yusman, petugas yang berprofesi menyeset daging kurban, yang pertama kali tersentak. Tangannya yang cekatan tiba-tiba terhenti saat memegang paru-paru sapi. Sepintas, ia melihat sebuah pola. Setelah dicermati, pola itu membentuk aksara yang jelas.

"Pada saat saya mau menyeset paru-paru sapi tersebut melihat tulisan," tutur Yusman, dikutip dari sumber terpercaya. Rasa kaget segera berganti takjub. Ia pun tak buang waktu, segera melaporkan penemuannya kepada panitia.

Respons panitia tak kalah sigap. Setelah melihat langsung, mereka segera memotong dan memisahkan bagian paru-paru dengan tulisan tersebut sebagai bukti otentik. Kejadian ini sontak menyebar dari mulut ke mulut, melahirkan decak kagum dan gumam tak percaya.

KH Suhada, Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas Pondok Betung, RT 02/01, yang membawahi pelaksanaan kurban, membenarkan kejadian langka ini. Bagi KH Suhada, peristiwa ini lebih dari sekadar kebetulan. Ia memandangnya sebagai sebuah tanda, sebuah anugerah ilahi.

"Kejadian ini adalah Mukjizat yang Allah berikan kepada kami," ujarnya dengan suara bergetar.

Keajaiban itu, sambung KH Suhada, diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak. Sebuah pengingat akan kekuasaan tak terbatas Sang Pencipta.

Baca Juga: Mencekam, Calon Presiden Kolombia Ambruk Usai Kena Timah Panas OTK Saat Kampanye

"Dengan Keajaiban ini Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kami, Kalau Allah sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin," tegasnya, menyiratkan pesan mendalam di balik fenomena unik yang terjadi di hari raya kurban itu.

Kisah paru-paru bertulis nama pengurban ini seolah menorehkan tinta emas dalam catatan spiritual warga Pondok Betung, meninggalkan jejak misteri yang menggugah iman.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini