• Selasa, 21 Juli 2026

Teheran Bantah Klaim gencatan senjata Iran-Israel, Tel Aviv Membisu

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 24 Juni 2025 | 15:11 WIB
Klaim gencatan senjata Iran-Israel dibantah Teheran, picu pertanyaan. Simak gejolak terbaru di Timur Tengah dan nasib diplomasi damai.
Klaim gencatan senjata Iran-Israel dibantah Teheran, picu pertanyaan. Simak gejolak terbaru di Timur Tengah dan nasib diplomasi damai.

Sulawesitoday - Iran dan Israel dikabarkan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata. Kabar itu meluncur dari televisi pemerintah Iran pada Selasa petang, 24 Juni 2025.

Konon, Qatar dan Oman menjadi bidan yang membantu kelahiran kesepakatan ini, dibantu juga Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump bahkan sempat sesumbar, "gencatan senjata penuh dan menyeluruh" telah berlaku. Namun, klaim itu segera terbantahkan.

Iran Menggebrak Meja: Bukan Gencatan Senjata!

Seperti air bah yang membanjiri dataran rendah, bantahan datang dari Teheran. Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, dalam wawancara dengan CNN, mengibaskan narasi itu jauh-jauh.

Ia bersikukuh Teheran tak pernah menerima proposal resmi gencatan senjata. Araghchi bahkan menuding AS dan Israel bermain-main dengan narasi demi kepentingan politik belaka.

"Iran takkan menghentikan pembalasan sampai agresi dari Israel benar-benar dihentikan," gertak Araghchi, menyiratkan bahwa posisi Iran masih kokoh menanti langkah nyata dari Negeri Bintang Daud itu.

Sebuah pertanda bahwa jalan menuju damai di Timur Tengah tak semulus yang dikira.

Israel Membisu, Namun Konflik Mereda?

Hingga berita ini naik cetak, tak ada riak dari Tel Aviv. Pemerintah Israel memilih bungkam seribu bahasa terkait klaim gencatan senjata tersebut.

Meski begitu, laporan dari medan perang punya cerita lain. Serangan udara dan rudal disebut-sebut mulai mengendur di beberapa titik panas seperti Suriah dan selatan Lebanon. Sebuah napas lega, meski tipis, di tengah gejolak kawasan yang mendidih.

Baca Juga: Kenapa Iran Serang Israel? Ini Pemicu Perang Sesungguhnya

Gencatan senjata ini diharapkan bisa menurunkan tensi yang sempat membuat dunia menahan napas, khawatir pecah perang regional berskala besar. Namun, situasi masih amat ringkih.

Jika komitmen jelas tak hadir dari kedua belah pihak, bisa-bisa bara api kembali menyala. Diplomasi memang bukan urusan sepele.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini