Sulawesitoday - Pagi buta di hari Proklamasi, 17 Agustus 2025, disuguhi guncangan. Sebuah gempa Magnitudo 6,0 menghampiri Poso, Sulawesi Tengah. Pukul 06.38.52 Wita, ia menjadi alarm yang memaksa warga terjaga.
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi. Pusat gempa berada di darat, 18 kilometer barat laut wilayah Poso. Gempa ini terjadi pada kedalaman 10 km, dengan titik episenter di koordinat 2,01° LS dan 120,78° BT. BMKG juga mencatat kabar baik: gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sebuah fakta yang menenangkan di tengah kecemasan.
Namun, alam sepertinya sedang memberi pelajaran. Gempa itu datang tidak sendirian. Setidaknya tercatat 10 kali gempa susulan. Rentetan getaran ini seolah menjadi pesan, pengingat bahwa daratan yang kita pijak tidak sepenuhnya diam. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan.
Ini adalah "tamparan" alam yang kedua dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, pada 24 Juli 2025 malam, Poso juga diguncang gempa magnitudo 6,0. Dua kejadian serupa dalam kurun waktu singkat. Sebuah pola yang patut dicermati. Seolah bumi sedang berbicara, menegaskan kembali bahwa kita harus selalu waspada.
Di hari saat bangsa ini mengenang keberanian dan perjuangan, alam di Poso seolah menguji ketangguhan. Mengajarkan bahwa kemerdekaan juga berarti kesiapan menghadapi segala kemungkinan, termasuk dari kekuatan alam yang tak terlihat.
Artikel Terkait
Pajak Bukan Zakat, Kenapa Anggota DPR PKB Ingatkan Sri Mulyani Hati-Hati?
Sekolah dasar Negeri 4 Parigi Jadi Titik Awal Launching Kegiatan Makan Bergizi Gratis, Perangi Stunting
Prabowo Sebut Kenaikan Gaji Hakim 280 Persen, Pukulan Telak untuk Koruptor di Sidang Tahunan
Prabowo Ancam Sikat Jenderal TNI-Polri Pelindung Tambang Ilegal, Tegaskan Keadilan Tanpa Pandang Bulu
KPK Mendalami Kasus Haji, Rumah Mantan Menteri Agama Yaqut Disisir - Barang Bukti Korupsi Triliunan Disita