Di jembatan Baliase itu, sebuah pohon ditumbangkan. Akses benar-benar putus. Dan di hadapan pohon tumbang itu, sebuah ambulans harus menyerah pada ego massa.
Perjuangan pemekaran adalah perjuangan politik yang mulia jika tujuannya kemaslahatan. Namun, ketika kemanusiaan ditinggalkan di pinggir jalan, perjuangan itu kehilangan jiwanya.
Pemerintah pusat memang harus mendengar. Moratorium itu memang sudah terlalu lama jadi hantu bagi daerah-daerah yang butuh mekar. Tapi, para pejuang di lapangan juga harus ingat: jangan sampai demi melahirkan sebuah provinsi baru, kita justru membiarkan satu nyawa melayang di tengah jalan yang dicor.
Semoga pasien dari Morut itu selamat. Semoga aspirasi Luwu Raya tembus ke Istana. Dan yang paling penting: semoga nurani kita tidak ikut membatu seperti semen di jalanan Larompong.
Baca Juga: Mengapa Trump Ciut? Ada Bayang-bayang Rusia dan China di Belakang Iran
Artikel Terkait
Internet RI Tertinggal dari Thailand dan Vietnam, Apa yang Salah dengan 4G dan 5G Kita?
Target Juara, 12 Atlet Pickleball Parimo Siap Taklukkan Kejuaraan Unsulbar di Majene
Longsor Cisarua Bandung Barat, 20 Rumah Tertimbun - Alam Protes Akibat Alih Fungsi Lahan
Rahasia Wolf Culture, Bagaimana Huawei Bangkit Menjadi Monster Teknologi Dunia
Rahasia Kerja Cerdas: NotebookLM, AI Grounded untuk Riset dan Strategi Bisnis