Saat senja tiba, deru mesin mulai meredup. Para penambang pulang dengan punggung melengkung menahan lelah. Tapi lihatlah wajahnya. Ada binar di sana. Tambang yang seriing dihujat itu, nyatanya, telah menjadi rahim yang melahirkan masa depan bagi anak-anak mereka di Parigi Moutong.
Kadang, kebenaran memang tidak hanya ada di atas meja seminar, tapi ada di dalam lubang-lubang galiian yang penuh peluh. (Rafii)
Pegiat Anti Korupsi Bedah Dokumen Kilat Izin Tambang Tumpang Pitu Era Azwar Anas
Artikel Terkait
Morowali: Ketika yang Mengkritik Tambang Adalah yang Menikmati Izinnya
Tambang Tombi Ditinggal Yunus, Pemulihan Lingkungan Jadi Mimpi Warga
Ekskavator Tambang Rusak Jalan Moutong, Wakil Rakyat Desak Pemda Bertindak
Kronologi Pekerja Tambang Kolaka Dikeroyok 4 TKA China Akibat Tanya Gaji
Pegiat Anti Korupsi Bedah Dokumen Kilat Izin Tambang Tumpang Pitu Era Azwar Anas