Sulawesitoday - Ini tantangan besar. Mungkin juga mustahil bagi sebagian orang. Bagaimana mungkin menyajikan menu kelas bintang lima, tapi modal bahan bakunya hanya Rp10.000?
Itulah "pekerjaan rumah" yang dilemparkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia tidak sekadar meminta. Ia menantang.
Targetnya jelas: para pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh penjuru tanah air.
Antara Gengsi Bintang Lima dan Realitas Sepuluh Ribu
Publik di media sosial sedang riuh. Isunya sensitif: isi piring anak sekolah dan ibu menyusui. Ada keraguan yang menggantung di udara. Bisa tidak, program raksasa ini dipercaya sepenuhnya?
Apalagi, bayang-bayang kelam sempat muncul. Ada laporan menu kedaluwarsa. Ada bau tidak sedap dari dapur yang tidak standar.
Dadan tahu itu. Maka, ia memanggil para ahli gizi dan chef profesional. Ia ingin ada keajaiban kreativitas di atas wajan.
"Saya berharap suatu hari keluar inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional," ujar Dadan dalam keterangan resminya, Rabu (25/3/2026).
Mimpinya tinggi. Kualitasnya harus kelas hotel mewah, namun label harganya tetap harga program rakyat. Inilah yang ia sebut sebagai "Khas MBG".
Ujian Ramadan: Segar tapi Awet
Tantangan ini kian nyata saat memasuki bulan Ramadan. Pola distribusi berubah. Waktu konsumsi bergeser. Di sinilah inovasi produk bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Dapur-dapur SPPG dipaksa memutar otak. Bagaimana menciptakan makanan yang tetap segar saat disantap, namun memiliki daya tahan lebih lama agar tidak cepat basi.
"Kita membutuhkan makanan yang berkualitas tinggi, fresh, tapi tahan lama. Nah, ini tantangannya," tegas Dadan.
Logikanya sederhana tapi sulit eksekusinya. Jika makanan cepat rusak, kepercayaan masyarakat akan runtuh lebih cepat daripada proses memasaknya.
Artikel Terkait
Kronologi Sopir MBG di Kebumen Tabrak Gerbang Sekolah hingga Diikat Warga karena Brutal
Siswa Sulteng Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Guru: Kami Lebih Butuh Jembatan dari MBG
Heboh Roti MBG Berbelatung di Jepara, Orang Tua Siswa PAUD Panik: Mana Pengawasannya?
Bukan Sekadar Kenyang, SPPG Tammerodo Jaga Mutu MBG untuk Siswa di Tammerodo Sendana
Sentil Pengelola MBG yang Joget di Atas Penderitaan Rakyat, Lita Gading: Mau Lapor Saya?