Sulawesitoday - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar bergerak cepat menghadapi banjir besar yang melanda sejumlah wilayah. Dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan para korban yang terpaksa mengungsi. Kepala Dinsos Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, memastikan bantuan terus disalurkan meski banjir mulai surut.
"Kami persiapkan dapur umum di titik-titik pengungsian," kata Ita. Salah satunya di Kelurahan Manggala, tempat lebih dari 70 pengungsi berlindung. Dinsos telah mengirim bahan makanan yang diolah oleh Kampung Siaga Bencana (KSB). Bahkan, dapur umum ini sudah berjalan selama 4-5 hari terakhir.
Tidak hanya di Manggala, dapur umum juga didirikan di Universitas Terbuka, Kelurahan Maricaya Baru. Lokasi ini menampung 225 pengungsi. Walau volume air berkurang, Ita memastikan distribusi bahan makanan tetap dilakukan. "Kami tetap siapkan makanan, baik untuk dimasak maupun siap saji," tambahnya.
Langkah ini tidak hanya menyelamatkan korban dari kelaparan tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi. Dinsos menggandeng komunitas lokal, seperti KSB, untuk memastikan logistik terdistribusi dengan baik.
Baca Juga: Ketatnya Seleksi CPNS di Kemenkumham Sulteng, Teknologi dan Transparansi Jadi Andalan
Selain dapur umum, makanan siap saji juga langsung diantar ke lokasi pengungsian. "Beberapa titik seperti gereja, masjid, dan rumah RW juga menerima bantuan," ujar Ita. Bahkan paket makanan anak-anak menjadi perhatian khusus.
Namun, Ita mengakui bahwa pengiriman logistik sangat bergantung pada laporan situasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Kami cek kondisi setelah laporan masuk, biasanya dari lurah atau camat," jelasnya. Langkah ini memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Bencana seperti ini memang tidak dapat diprediksi secara pasti. Tapi, respons cepat dari Dinsos Makassar patut diapresiasi. Keberadaan dapur umum dan bantuan makanan menjadi bukti nyata solidaritas di tengah bencana.
Untuk Anda yang ingin terlibat, peluang menjadi sukarelawan atau donatur terbuka luas. Koordinasi dengan komunitas setempat atau Dinsos bisa menjadi langkah kecil dengan dampak besar.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday.com! Dapatkan update informasi dan berita menarik dan terbaru setiap hari. Tinggal klik di sini dan langsung JOIN!
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! YYuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com
Artikel Terkait
Limbah Tambang Hancurkan Ekosistem, Petani di Parigi Moutong Derita Kerugian Ratusan Juta
Setelah Kalah Pilkada, Haris Salim Kini Ditahan karena Kasus Ijazah Palsu
Skandal Nikah Cerai 12 Kali: Pasutri Ini Raih Rp 5,4 Miliar Lewat Celah Hukum
Kasus Korupsi TTG Donggala: Dua Terdakwa Dituntut Penjara, Kerugian Negara Capai Rp 1,8 Miliar
Ketatnya Seleksi CPNS di Kemenkumham Sulteng, Teknologi dan Transparansi Jadi Andalan