Sulawesitoday - Warga pesisir Pantai Mampie, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, digemparkan oleh terdamparnya seekor paus hitam berukuran tiga meter, Rabu (8/1/2024). Paus ini pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing yang kebetulan berada di lokasi. Penemuan tersebut segera memicu aksi spontan warga untuk menyelamatkan mamalia laut tersebut.
"Kami mendorong paus ini ke laut lepas mungkin lima kali, tapi dia selalu kembali ke perairan dangkal," ujar Kepala Dusun Galeso, Darwis, yang memimpin upaya evakuasi. Menurutnya, kondisi paus yang terus kembali ke pantai cukup membingungkan, terlebih karena cuaca saat itu sedang tenang tanpa ombak besar atau angin kencang.
Paus tersebut tampak kesulitan berenang dan terjebak di perairan dangkal. Warga yang berkumpul pun memeriksa tubuh mamalia ini untuk memastikan tidak ada luka akibat ulah manusia. "Anak-anak sempat periksa, tidak ada lukanya," tambah Darwis.
Meski sudah berulang kali mencoba, warga mengaku kesulitan membawa paus itu kembali ke laut. Beberapa berpendapat bahwa paus mungkin kehilangan orientasi atau terpisah dari kawanannya. Hingga saat ini, penyebab pasti terdamparnya paus tersebut belum diketahui.
Baca Juga: Oknum Pengecer dan Pemilik Pangkalan di Pasangkayu Jual Gas LPG 3 Kg di Atas HET
Selain menjadi peristiwa yang langka, kejadian ini menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat tentang konservasi laut. Paus sering kali menjadi korban perubahan ekosistem atau aktivitas manusia, seperti pencemaran atau sonar kapal. Oleh karena itu, warga lokal yang berinisiatif menyelamatkan paus ini patut diapresiasi.
Fenomena paus terdampar bukan hal baru. Namun, kasus ini kembali mengingatkan kita bahwa kehadiran manusia memiliki dampak besar pada habitat laut. Apakah ini sinyal dari kerusakan lingkungan yang lebih besar? Pertanyaan tersebut seharusnya menggugah kesadaran kita untuk lebih peduli terhadap ekosistem laut.
Jika Anda pernah mendengar tentang paus terdampar, mungkin sudah waktunya kita belajar lebih banyak tentang cara membantu mereka. Edukasi sederhana, seperti mengetahui waktu terbaik untuk mendorong paus kembali ke laut, bisa menjadi langkah awal.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Protes Kelangkaan Minyak Tanah Berujung Kekerasan, Kadis Perindag Ini Jadi Tersangka
Serangan Monyet Liar Gegerkan Ponrang Luwu, Empat Warga Terluka
Drama Evakuasi Pasien Obesitas 300 Kg di Parepare, Perjuangan Menuju Rumah Sakit
Polresta Mamuju Dibanjiri 150 Honorer Sehari, SKCK Jadi Syarat PPPK
Oknum Pengecer dan Pemilik Pangkalan di Pasangkayu Jual Gas LPG 3 Kg di Atas HET