Yang jelas, reformasi Polri bukan sekadar urusan internal institusi. Ini urusan kepercayaan publik. Urusan keadilan. Urusan masa depan penegakan hukum di negeri ini.
Dan mungkin, hanya mungkin, Ray Rangkuti punya poin yang layak dipertimbangkan. Bahwa kadang, untuk memulai perubahan sejati, kita butuh keberanian mengambil langkah radikal. Termasuk mengganti nahkoda kapal yang selama ini tak kunjung berlabuh di pelabuhan reformasi.
Sebuah metafora yang pahit. Namun mungkin perlu didengar.
Baca Juga: Audiensi Reformasi Polri Ricuh, Roy Suryo Cs Walk Out Gegara Dilarang Bicara