Sebuah pelajaran mahal bagi siapa saja yang mengelola program negara: bahwa integritas di lapangan harus selaras dengan perilaku di media sosial.
Kini, semua orang hanya bisa menunggu. Kapan dapur Pangauban kembali mengepul? Ataukah kegembiraan sesaat di depan kamera harus dibayar dengan penutupan permanen?