Sebuah pelajaran mahal bagi siapa saja yang mengelola program negara: bahwa integritas di lapangan harus selaras dengan perilaku di media sosial.
Kini, semua orang hanya bisa menunggu. Kapan dapur Pangauban kembali mengepul? Ataukah kegembiraan sesaat di depan kamera harus dibayar dengan penutupan permanen?
Artikel Terkait
Siswa Sulteng Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Guru: Kami Lebih Butuh Jembatan dari MBG
Heboh Roti MBG Berbelatung di Jepara, Orang Tua Siswa PAUD Panik: Mana Pengawasannya?
Bukan Sekadar Kenyang, SPPG Tammerodo Jaga Mutu MBG untuk Siswa di Tammerodo Sendana
Sentil Pengelola MBG yang Joget di Atas Penderitaan Rakyat, Lita Gading: Mau Lapor Saya?
Kualitas Menu MBG Disorot, Tantangan Dadan Hindayana Hadirkan Menu Mewah Harga Rakyat