• Senin, 20 Juli 2026

Dari Bubur Kacang Hijau hingga Makan Bergizi Gratis: Hasan Nasbi Buka Kenangan Program PMTAS Era Orde Baru

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 1 November 2025 | 14:48 WIB
Hasan Nasbi ungkap program PMTAS era Soeharto yang mirip MBG. Apakah sejarah terulang atau ada pelajaran baru dari masa lalu?
Hasan Nasbi ungkap program PMTAS era Soeharto yang mirip MBG. Apakah sejarah terulang atau ada pelajaran baru dari masa lalu?

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program baru. Namanya Makan Bergizi Gratis. Sasaran mirip dengan PMTAS. Pelajar, ibu hamil, balita. Tersebar di seluruh Indonesia. Jadi agenda prioritas nasional.

Hasan Nasbi melihat kemiripannya. Bukan kebetulan. Ini soal kebutuhan mendasar. Gizi anak adalah investasi. Investasi untuk masa depan bangsa. Generasi sehat, negara kuat.

Tapi pertanyaannya tetap menggantung. Apakah MBG akan bernasib sama? Apakah akan terhenti saat ganti kekuasaan? Ataukah kali ini ada komitmen berbeda? Sejarah mengajarkan, program populis rentan diskontinuitas. Apalagi jika bergantung pada political will penguasa.

Konteks ekonomi sekarang tentu berbeda. Indonesia bukan lagi negara dalam krisis. Tapi tantangan tetap ada. Efisiensi anggaran. Koordinasi lintas sektor. Pengawasan distribusi. Korupsi yang mengintai. Semua itu ujian nyata.

Program PMTAS dulu melibatkan banyak pihak. Eksekusinya relatif sukses. Meski akhirnya terhenti. MBG sekarang punya infrastruktur lebih baik. Teknologi lebih canggih. Data lebih akurat. Seharusnya bisa lebih sustain.

Pelajaran dari Masa Lalu: Kontinuitas atau Retorika?

Perbandingan yang disampaikan Hasan Nasbi bukan sekadar nostalgia. Ini reminder penting. Bahwa gagasan baik bukan jaminan keberhasilan. Eksekusi dan kontinuitas yang menentukan. PMTAS punya rekam jejak bagus. Sampai terhenti di tengah badai.

Jika program MBG ingin berbeda, komitmen harus lintas rezim. Bukan proyek satu pemerintahan. Harus jadi kebijakan negara. Bukan sekadar janji kampanye. Anak-anak Indonesia butuh kepastian. Bukan program yang datang dan pergi.

Hasan menutup dengan nada reflektif. "Kalau enggak ada penggulingan kekuasaan, mungkin program ini sudah jalan terus." Kalimat itu menyimpan ironi. Juga harapan. Bahwa suatu hari, program gizi anak tak lagi jadi mainan politik. Melainkan hak fundamental. Yang dijamin negara. Tanpa pandang bulu. Tanpa terputus.

Sejarah mencatat, PMTAS pernah ada. Memberi makan jutaan anak. Lalu hilang. Kini MBG hadir. Dengan janji serupa. Apakah ini kebangkitan. Atau sekadar déjà vu? Waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal pasti: anak-anak tak bisa menunggu lama. Mereka butuh makan. Setiap hari. Bukan janji.

Baca Juga: DPRD Parimo Desak Pemda Rampungkan Revisi RTRW — Tanpa Itu, Pembangunan 2026 Bisa Blunder

**Tag:** Hasan Nasbi, PMTAS, Makan Bergizi Gratis, Soeharto, Prabowo Subianto

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini