Itu pertanyaan sejuta dolar. Aksi sudah digelar. Tuntutan sudah disampaikan. Pernyataan sikap sudah dibacakan. Tapi akankah ada perubahan konkret?
Pengalaman mengajarkan skeptisme. Berapa kali aksi serupa terjadi? Berapa kali janji-janji dilontarkan? Dan berapa kali semuanya menguap begitu saja? Terlalu sering untuk dihitung.
Tapi para guru tetap berharap. Harapan itu tipis, tapi masih ada. Harapan bahwa suatu hari, sistem akan berubah. Bahwa perlindungan guru akan diperkuat. Bahwa mekanisme pembinaan akan diperbaiki.
"Kami tidak akan diam," kata Supian Sakti di akhir aksi. "Kami akan terus berjuang. Sampai keadilan benar-benar tegak."
Pernyataan itu disambut sorak-sorai ribuan guru. Mereka berjanji untuk tetap bersatu. Untuk terus mengawal nasib rekan-rekan mereka. Dan yang terpenting, untuk memastikan bahwa profesi guru mendapat penghormatan yang layak.
Baca Juga: Ratusan PPPK Donggala Geruduk Kantor Gubernur Sulteng, Tagih Gaji yang Tertunda
Artikel Terkait
Konsultasi Publik Revisi RTRW di Kabupaten Parigi Moutong, Kenapa Tahapannya Begitu Krusial?
Sahroni, Nafa Urbach dan Eko Patrio Diskors MKD, Hak Keuangan Ditahan 3-6 Bulan
Kasus Joget di Sidang MPR Berakhir, Uya Kuya dan Adies Kadir Lolos - 3 Lainnya Kena Sanksi
Ratusan PPPK Donggala Geruduk Kantor Gubernur Sulteng, Tagih Gaji yang Tertunda
Perubahan Status Kawasan Hutan dalam Revisi RTRW Parigi Moutong Jadi Atensi DPRD Parigi Moutong