"Kami sudah tidak percaya lagi. Setiap ada operasi, pelaku kabur duluan. Seolah mereka punya sistem peringatan dini yang lebih canggih dari aparat," ujar seorang tokoh masyarakat setempat dengan nada sinis.
Ketidakpercayaan publik adalah pukulan terberat bagi institusi kepolisian. Lebih berbahaya dari peluru. Lebih merusak dari ledakan. Karena sekali wibawa runtuh, membangunnya kembali butuh waktu puluhan tahun.
Baca Juga: Reni Penguasa Tunggal Tambang Ilegal Buranga: Klaim 4 Bulan, Warga Bilang Sudah Tahunan
Operasi PETI Polda Sulteng di Parimo gagal tangkap pelaku. Oknum diduga jalan bersama pengumpul fee. Kebocoran atau skenario?
Artikel Terkait
Oknum Pilih-Pilih Kayu Berkualitas, Warga Aceh Tamiang Geram Pasca Banjir
Gempa M5,6 Guncang Maluku Utara, BMKG: Akibat Deformasi Lempeng Laut Maluku
Empat Talang Raksasa Milik Kelompok Haji Anjas Kuasai Tambang Ilegal Desa Tombi
Reni Penguasa Tunggal Tambang Ilegal Buranga: Klaim 4 Bulan, Warga Bilang Sudah Tahunan
Nelayan Parigi Moutong Tuntut Ganti Rugi 48 Rompon Akibat Survei Seismik 3D di Teluk Tomini