• Senin, 20 Juli 2026

Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Tradisi Kanji Rumbi Aceh Terancam Tak Terlaksana

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Jumat, 30 Januari 2026 | 06:22 WIB
Banjir bandang di Aceh mengancam tradisi Kanji Rumbi jelang Ramadan 2026. Dapur umum pengungsi dan ternak musnah membuat tradisi turun-temurun terancam terputus.
Banjir bandang di Aceh mengancam tradisi Kanji Rumbi jelang Ramadan 2026. Dapur umum pengungsi dan ternak musnah membuat tradisi turun-temurun terancam terputus.

Sulawesitoday - Banjir bandang dan longsor di Sumatera akhir November 2025 belum benar-benar pergi. Air sudah surut di banyak tempat. Lumpur mulai mengering. Tetapi luka sosial justru terasa menjelang Ramadan.

Aceh merasakannya dengan cara yang khas.

Di provinsi ini, Ramadan bukan sekadar puasa. Ada dapur-dapur besar. Ada periuk raksasa. Ada aroma rempah yang biasanya menyebar sejak sore. Namanya Kanji Rumbi.

Bubur khas Aceh. Bukan bubur biasa. Terdiri dari sekitar 30 jenis rempah. Dimasak bersama daging sapi dan udang. Dimasak ramai-ramai. Dibagikan gratis. Turun-temurun.

Namun tahun ini, suasananya berbeda.

Mengacu Kalender Hijriah 2026 Kementerian Agama, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Dari Kamis, 29 Januari, hitungannya tinggal sekitar 20 hari.

Waktu yang biasanya dipakai warga untuk bersiap. Membersihkan lokasi. Mengumpulkan bahan. Menyiapkan sapi. Tahun ini, lokasi itu berubah fungsi.

Banyak tempat memasak kini menjadi dapur umum pengungsi.

Dalam unggahan Instagram @salamsetara, Kamis (29/1/2026), seorang pria paruh baya berdiri di antara puing bangunan. Suaranya berat. Matanya menatap sisa-sisa bangunan yang dulu jadi pusat tradisi.

“Sudah turun-temurun dari nenek moyang kami, dan sampai tahun kemarin,” katanya.

Ia berhenti sejenak. Menarik napas.

“Untuk tahun ini itu mungkin akan terputus,” imbuhnya, dengan suara bergetar.

Biasanya, kata pria itu, warga menyembelih dua ekor sapi. Diolah bersama. Dibagikan ke masyarakat. Gratis. Menjadi simbol kebersamaan Ramadan.

“Biasanya bulan suci Ramadan kami di sini sebagai tradisi dari nenek-moyang kami untuk memasak Kanji Rumbi biasanya tempatnya di sini,” tuturnya, menunjuk lokasi yang kini rusak.

Halaman:

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini