Pihak sekolah pun sudah bergerak. Komplain telah dilayangkan kepada SPPG yang bersangkutan. Namun, hingga tulisan ini turun, belum ada satu pun SPPG di Pecangaan yang memberikan klarifikasi. Semuanya masih bungkam.
Pekerjaan Rumah Besar
Program MBG ini niatnya mulia: memperbaiki gizi anak bangsa. Tapi kalau kontrol kualitasnya bolong seperti ini, niat mulia bisa jadi petaka. Belatung dalam roti kemasan bukan perkara sepele. Itu soal sanitasi. Soal kelayakan.
Rakyat tentu menunggu, SPPG mana yang teledor? Dan apa sanksinya? Jangan sampai program raksasa ini ternoda oleh satu-dua dapur yang mengabaikan kebersihan.
Kejadian di Jepara ini harus jadi alarm. Di seluruh Indonesia. Bahwa membagikan makanan itu bukan sekadar soal kenyang, tapi soal keamanan. Jangan sampai niat memberi gizi malah memberi penyakit.
Siswa Sulteng Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Guru: Kami Lebih Butuh Jembatan dari MBG
Artikel Terkait
Sendok Bebek Rp4 Miliar, ICW Bongkar Belanja MBG yang Tak Terkait Gizi
Air Mata Guru Honorer, Ketika Gaji Rp400 Ribu Kalah dari Sopir Program MBG
Menu MBG Berulat di SDN 4 Majene: Siswa Trauma, Orang Tua Desak Evaluasi SPPG
Kronologi Sopir MBG di Kebumen Tabrak Gerbang Sekolah hingga Diikat Warga karena Brutal
Siswa Sulteng Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Guru: Kami Lebih Butuh Jembatan dari MBG