Bukan salah mereka. Mereka hanya nelayan biasa. Yang berangkat pagi, berharap pulang sore.
Hingga laporan ini disusun — Sabtu, 14 Maret 2026 — keduanya belum ditemukan.
Tim gabungan masih menyisir perairan. Koordinat pencarian berpusat di titik -0.759703, 120.223972 — sebuah titik di peta yang bagi keluarga Gilang dan Agil, mungkin terasa seperti seluruh dunia.
Di Bantaya, sebuah keluarga menunggu. Melihat arah laut. Berharap ada perahu yang mereka kenal muncul dari cakrawala.
Teluk Tomini pagi ini masih bisu.
Semoga laut mengembalikan mereka. Selamat. Utuh.
Nelayan Bantaya Tuding DKP Parimo Tak Adil Salurkan Bantuan Perahu, Minta Dibagi Rata
Artikel Terkait
Apple Pangkas Komisi App Store China Jadi 25 Persen Setelah Tekanan Regulator Beijing
Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik Seribu Km Sekali Cas, Ini Teknologinya
Ditinggal Raksasa Teknologi, China Kehilangan Mahkota Manufaktur Smartphone ke India
Jangan Klik Link-nya! Kenali Modus Penipuan Teks Smishing yang Kian Merajalela
Bukan Sekadar Kenyang, SPPG Tammerodo Jaga Mutu MBG untuk Siswa di Tammerodo Sendana