• Senin, 20 Juli 2026

Bendi Wisata Majene, Warisan Mandar Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Baru

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Rabu, 18 Maret 2026 | 05:00 WIB
Bupati Majene resmikan Bendi Wisata di Kota Tua, 17 Maret 2026. Wisata budaya Mandar yang hidupkan ekonomi kusir lokal dan daya tarik sejarah daerah.
Bupati Majene resmikan Bendi Wisata di Kota Tua, 17 Maret 2026. Wisata budaya Mandar yang hidupkan ekonomi kusir lokal dan daya tarik sejarah daerah.

Jarang sebuah peluncuran wisata mendapat perhatian sebesar itu.

Tanda bahwa ini bukan program kecil-kecilan.

Ajakan yang Tidak Bisa Ditolak

Di penghujung acara, Bupati Achmad Syukri tidak sekadar berpidato.

Ia mengajak. Bukan memerintah.

"Mari kita jadikan kawasan Kota Tua Majene sebagai ruang yang hidup bagi budaya, sejarah, dan aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya—sebelum melafazkan basmalah dan secara resmi membuka layanan Bendi Wisata.

Komunitas budaya diajak. Pelaku usaha diajak. Generasi muda diajak.

Karena tanpa mereka, program ini hanya akan menjadi momen foto yang indah—tapi cepat terlupakan.

Antara Masa Lalu dan Masa Depan

Bendi wisata bukan mundur ke masa lalu.

Ia adalah cara cerdas merawat identitas di tengah gempuran modernisasi yang tidak pernah bisa dihentikan. Kota Tua Majene kini punya narasi baru: nostalgia yang bisa dinikmati, bukan hanya dikenang.

Jika berhasil, ini bisa menjadi ikon. Seperti becak kayuh di Yogyakarta. Seperti andong di Solo.

Majene sedang menulis sejarahnya sendiri.

Dan kuda itu—dengan langkah tegap—sudah mulai melangkah.

Halaman:

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini