Sulawesitoday - Duduknya melingkar. Di ruangan sejuk Hotel Best Western Plus Coco, Kota Palu. Selasa (14/4) kemarin, para kepala daerah se-Sulawesi Tengah berkumpul. Agendanya satu: Rapat Koordinasi (Rakor). Tapi bagi Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, ini bukan sekadar duduk dan mendengar. Ini soal nasib ketenangan di daerahnya.
Ada masalah besar yang terus menghantui. Masalah yang kalau dibiarkan bisa membuat stabilitas sosial ambruk seketika. Namanya: Narkoba.
Memang, rakor yang dimulai pukul 13.30 WITA itu membahas banyak hal. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah hingga urusan pembangunan berkelanjutan. Tapi mata Erwin Burase tajam menyorot satu hal. Pencegahan narkoba harus jadi prioritas bersama, bukan sekadar tugas polisi atau BNN semata.
"Terutama masalah narkoba, ini menjadi perhatian bersama karena bisa memicu gangguan di tengah masyarakat. Kita harus antisipasi sejak dini," tegasnya usai pertemuan.
Logika Bupati Erwin sederhana saja. Jika barang haram itu merajalela, konflik sosial tinggal menunggu waktu. Anak muda rusak, keamanan terganggu, dan pembangunan yang direncanakan susah-payah pasti akan terhambat.
Di rakor itu, Erwin tampak proaktif. Ia ingin ada sinergi yang lebih nyata antara Pemerintah Provinsi, aparat Forkopimda, dan pemerintah daerah. Tidak boleh ada ego sektoral. Koordinasi lintas sektor bukan lagi pilihan, tapi kewajiban.
“Intinya kita membahas isu-isu daerah dan bagaimana langkah antisipasi serta penanganannya. Koordinasi seperti ini penting agar semua daerah tetap kondusif,” tambahnya dengan nada mantap.
Kabupaten Parigi Moutong sendiri rupanya tidak mau main-main. Komitmen menjaga kondusifitas wilayah sudah dipatok mati. Erwin sadar betul, sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah hanya akan jadi dokumen di atas kertas kalau di lapangan masyarakatnya tidak aman.
Memang, mengelola daerah seluas Parigi Moutong tidaklah gampang. Perlu napas panjang. Dan rakor di Palu kemarin, setidaknya, menjadi bahan bakar baru bagi Erwin untuk pulang ke daerah membawa strategi pencegahan yang lebih kongkrit.
Stabilitas sosial itu mahal harganya. Dan Erwin Burase tahu betul, memulainya harus dari memutus rantai barang haram itu di Bumi Parimo. Semoga saja aksi dilapangan nanti sekuat narasi di meja rapat. Kita tunggu saja.
Ketua DPRD Parigi Moutong Masuk Akmil Magelang, Alfres Siap Ditempa di Lembah Tidar
Artikel Terkait
Plot Twist Penculikan Bocah SMP di Bandung Barat, Pelaku Ternyata Remaja 15 Tahun!
Ironi Swasembada di Pegunungan Bintang, TNI-Polri Temukan 135 Batang Ganja Siap Panen
Mafia Solar Banyuwangi Bobol MyPertamina Pakai 40 Barcode, Polisi Tangkap 7 Tersangka
Viral Jemur Padi di Lampu Merah Maros, Antara Urusan Perut dan Bahaya di Jalan Raya
Ketua DPRD Parigi Moutong Masuk Akmil Magelang, Alfres Siap Ditempa di Lembah Tidar