• Senin, 20 Juli 2026

Sendok Bebek Rp4 Miliar, ICW Bongkar Belanja MBG yang Tak Terkait Gizi

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 16 Januari 2026 | 19:06 WIB
ICW temukan pengadaan mencurigakan dalam program MBG: seragam Rp423 miliar, sendok bebek Rp4 miliar. Tata kelola dipertanyakan.
ICW temukan pengadaan mencurigakan dalam program MBG: seragam Rp423 miliar, sendok bebek Rp4 miliar. Tata kelola dipertanyakan.

Siapa yang Bertanggung Jawab atas Alat Makan?

Pertanyaan krusial muncul dari pengadaan ini. Apakah tanggung jawab BGN atau masing-masing SPPG?

"Kita heran juga," kata Egi. Menurutnya, jika uang keluar dari BGN untuk pengadaan alat makan, mengapa harus dikeluarkan lagi di tingkat SPPG?

Kekhawatiran adanya catatan pengeluaran ganda mengemuka. Potensi pemborosan anggaran negara mengintai dari celah tata kelola yang tidak jelas.

BGN harus melakukan klarifikasi segera. Publik berhak tahu kemana uang rakyat mengalir dalam program yang seharusnya fokus pada pemenuhan gizi ini.

Program Prioritas yang Kehilangan Fokus?

MBG diluncurkan 6 Januari 2025 silam. Tujuannya mulia: mencukupi kebutuhan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui.

Namun temuan ICW mempertanyakan esensi program. Ratusan miliar untuk seragam dan peralatan pendukung, sementara yang dibutuhkan adalah nutrisi berkualitas.

Egi menegaskan ICW juga melihat aspek lain. "Potensi konflik kepentingan dan patronase," ujarnya menyinggung kemungkinan ada pihak yang diuntungkan dari pengadaan besar-besaran ini.

Pertanyaan mendasar pun menggantung: apakah program MBG benar-benar melayani kepentingan penerima manfaat, atau justru menjadi ladang proyek bagi pihak tertentu?

Dalam satu tahun berjalan, program yang digadang-gadang sebagai prioritas kabinet ini tengah diuji. Bukan oleh tantangan teknis pemenuhan gizi, melainkan oleh tata kelola yang carut-marut.

Rakyat menanti jawaban. Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar jargon, tapi kebutuhan mendesak agar program ini tidak tergelincir dari tujuan aslinya.

Baca Juga: Pamit Umroh, Salim A Fillah Tinggalkan Jembatan untuk Tujuh Desa di Aceh

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini