-
Apa Langkah Pemerintah Selanjutnya?
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah menetapkan status tanggap darurat. Bantuan dana dialokasikan khusus untuk penanganan bencana ini. Kementerian Agama juga turun tangan memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Rencana audit menyeluruh terhadap bangunan ponpes se-Jawa Timur mulai digulirkan. Ini untuk mencegah tragedi serupa terulang. Standardisasi bangunan pendidikan akan diperketat. Sanksi tegas menanti pelanggar aturan konstruksi.
Namun, semua langkah itu tidak akan mengembalikan 36 nyawa yang melayang. Tidak akan mengobati luka keluarga yang ditinggalkan. Pertanyaan tentang keadilan terus bergaung: kapan mereka yang lalai akan diadili?
Tragedi Ponpes Al Khoziny menjadi pengingat pahit betapa pentingnya standar keselamatan bangunan. Di balik reruntuhan beton dan besi, terkubur mimpi puluhan santri muda yang ingin menuntut ilmu. Sekarang, yang tersisa hanyalah doa dan harapan agar 27 jiwa lainnya masih bisa diselamatkan. Keadilan harus ditegakan, tidak peduli siapa yang harus bertanggung jawab. Karena nyawa manusia, apalagi anak-anak, tidak bisa dihargai dengan apapun.
Baca Juga: Aksi Tagih Paksa Nasabah Makin Brutal, Debt Collector Berani Adu Mulut dengan Polisi di Tangerang
Artikel Terkait
Misbakhun Ingatkan Menkeu, Jangan Lewati Batas Kewenangan Soal Subsidi LPG
Deddy Corbuzier Pertanyakan Kebocoran Data, Ketika Humas Pengadilan Bicara Soal Perkara Tertutup
Menkeu Purbaya Tawarkan Ampunan, Produsen Rokok Ilegal Diajak Masuk Kawasan Industri
Saling Jawab Isu Kilang Minyak: Menkeu Purbaya vs Pertamina dan Menteri ESDM Bahlil
Aksi Tagih Paksa Nasabah Makin Brutal, Debt Collector Berani Adu Mulut dengan Polisi di Tangerang